Beranda Hukum Kriminal Marinir Gadungan Ini Pura-Pura Temani Cari Kontrakan lalu Rampas Uang Korban

Marinir Gadungan Ini Pura-Pura Temani Cari Kontrakan lalu Rampas Uang Korban

90
BERBAGI
Tersangka marinir gadungan diperiksa di Polsek Tanjungkarang Barat.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Heru Adrian, mengatakan modus perampokan yang dilakukan tersangka Rohman yang mengaku sebagai anggota Marinir adalah mengelabui korban menyuruh untuk pindah kontrakan.

“Korban MR yang saat itu baru mengontrak di salah satu rumah di Jalan Imam Bonjol, bertemu dengan Rohman yang mengaku sebagai anggota Marinir,”kata Heru, Senin (15/8/2016).

Pada saat bertemu, kata Heru, tersangka Rohman menyuruh korban MR untuk pindah mencari kontrakan lain, dan mengambil lagi uang yang sudah dibayarkan kepada pemilik kontrakan tersebut. Korban pun percaya, dan mau menuruti ajakan tersangka Rohman.

“Korban mengambil lagi uangnya dari pemilik kontrakan, dengan alasan mau cari tempat lainnya. Tersangka Rohman, berpura-pura menemani korban MR untuk mencari kontrakan,”ujarnya.

BACA: Mengaku Marinir, Rohman Todong Pelajar SMA Pakai Senjata Api

Selanjutnya, korban dan tersangka pergi mengendari sepeda motor. Sesampainya di tempat sepi di Jalan Kepodang, Kelurahan susunan baru, tersangka Rohman menurunkan korban. Di tempat itu, sudah ada tersangka lain berinisial J (DPO) yang sudah menunggu.

“Rohman dan J (DPO), menodong korban pakai senjata api. Mereka memaksa MR untuk menyerahkan uangnya, karena ketakutan korban menyerahkan uang Rp 2 juta miliknya kepada Rohman dan temannya J (DPO),”terangnya.

Heru mengutarakan, berdasarkan dari hasil pemeriksaan, tersangka Rohaman dan temannya berinisial J yang masih buron (DPO) sudah tiga kali melakukan aksi tersebut dengan modus yang sama mengaku sebagai anggota Marinir. Namun pihanya menduga, kedua tersangka lebih dari tiga melakukan aksi tersebut.

“Kasus ini, masih kami kembangkan untuk mengungkap adanya TKP lain. Untuk tersangka J, masih dilakukan pencarian dan sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO),”jelasnya.