Beranda Hukum Masa Penahanan Habis, Kuasa Hukum Minta Lapas Kotabumi Lepaskan Sahrul

Masa Penahanan Habis, Kuasa Hukum Minta Lapas Kotabumi Lepaskan Sahrul

815
BERBAGI
‎Kuasa hukum terdakwa Sahrul menunjukan petikan putusan MA yang dinilai batal demi hukum

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Kuasa hukum terdakwa Sahrul (40) yang tergabung dalam Lembaga Hukum Menang Jagad meminta pihak Lembaga Pemasyarakatam (Lapas) Kelas II A Anak Kotabumi, Lampung Utara segera mengeluarkan kliennya dari tahanan.

Alasannya, masa penahanan atas kliennya telah habis sejak awal Februari 2017, sedangkan dasar yang digunakan untuk penahanan Sahrul hingga kini masih belum memiliki kekuatan hukum tetap.

“Karena masa penahanan klien kami (Sahrul,red) telah habis pada awal Februari silam dan dasar hukum penahanannya juga masih belum ada kekuatan hukum tetap, kami selaku kuasa hukum Sahrul‎ meminta pihak Lapas mengeluarkan klien kami dari tahanan,” tegas Kuasa Hukum Sahrul, Karzuli Ali, di kantor LBH Menang Jagat, Rabu sore (9/8/2017).

Karzuli Ali meyakini bahwa keputusan pihak Lapas dan instansi terkait lainnya untuk tetap menahan klien mereka merupakan sebuah kesalahan. Karena, landasan hukum atas penahanan klien mereka hingga kini masih belum ada. Petikan putusan Mahkamah Agung dengan nomor 2396K/PID.SUS/2016 yang dijadikan landasan oleh pihak terkait untuk tetap menahan klien mereka pun dinilai cacat hukum.

Alasannya, terdapat kesalahan fatal dalam petikan keputusan MA terkait penolakan kasasi yang diajukan oleh pihak ‎Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan pemohon kasasi Sahrul. Kesalahannya adalah JPU yang disebutkan dalam petikan putusan itu bukanlah penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kotabumi melainkan dari Kejaksaan Negeri Tanjung Karang.

Adanya perbedaan dalam putusan tersebut yang tak sesuai fakta telah disampaikannya secara langsung kepada ‎pihak Pengadilan Negeri Kotabumi. Pihak pengadilan tak dapat menjawab protes mereka. Pihak pengadilan malah mengirimkan kembali putusan itu kepada MA.

Selain karena adanya kesalahan administrasi dan sedang dikembalikan oleh pihak pengadilan, ternyata pihak Kejaksaan Negeri Kotabumi juga belum mendapat perintah dari Mahkamah Agung untuk melakukan eksekusi terhadap klien mereka.‎ Tak ada alasan bagi pihak Lapas untuk tetap menahan klien mereka karena alasan penahanan atas Sahrul yang mengacu pada putusan MA telah cacat hukum.

“Dengan berbagai alasan dan pertimbangan tersebut maka dengan tegas kami menyatakan bahwa penahanan atas Sahrul batal demi hukum dan klien kami pantas untuk dikeluarkan dari tahanan hingga keputusan tetap terkait perkara ini terbit,” tegasnya.‎

Karzuli mengancam akan menggugat semua pihak terkait bilamana kliennya tak segera dikeluarkan dalam waktu dekat. Karena, menurutnya, penahanan atas kliennya tersebut telah melanggar hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang – Undang.

“Kalau masih tak dibebaskan dalam waktu dekat, kami akan ajukan gugatan kepada seluruh pihak terkait‎,” tandas dia.

Terdakwa Sahrul ‎dan rekannya BP (25) dan EK (40), dua oknum pegawai Lapas, ditangkap Satuan Narkoba Polres Lampung Utara pada Selasa (6/10/2015) sekitar pukul 17.30 WIB. Mereka ditangkap diduga mengonsumsi sabu di kediaman EK. Barang bukti yang disita yakni 9 gram paket sabu, serta dua alat hisap sabu.