Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Masalah Dana dari Pusat dan Pemprov Sebabkan Pemkab Lampura tak Bisa Segera...

Masalah Dana dari Pusat dan Pemprov Sebabkan Pemkab Lampura tak Bisa Segera Bayar Kontraktor

476
BERBAGI
Aksi puluhan kontraktor di Kantor Pemkab Lampung Utara, Senin (16/10/2017).
Feaby|Teraslampung.com
Kotabumi–‎Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Lampung Utara, Budi Utomo menyatakan pengurangan anggaran oleh pemerintah pusat dan belum ditansfernya Dana Bagi Hasil ‎(DBH) dari Pemerintah Provinsi Lampung menjadi penyebab utama mandeknya pencairan uang proyek tahun 2017.
‎”Ada dana yang direncanakan masuk pada Juli lalu, sampai saat ini tidak masuk (DBH). Dan, kalau dari pusat, ada pengurangan anggran sebesar Rp 15,6 miliar. Inilah yang mengganggu sehingga kas kita tidak sesuai harapan,” paparnya kepada wartawan, Senin (16/10/2017).
Birokrat senior yang digadang – gadang telah dipersunting oleh Bupati Agung Ilmu Mangkunegara pada Pemilihan Bupati 2018 mendatang itu juga mengatakan, apa yang terjadi saat ini lantaran rencana keuangan dengan fakta di lapangan jauh berbeda.
‎”Kondisi saat ini tidak lepas dari permasalahan yang terjadi baik di pemerintahan  pusat, provinsi hingga daerah,” jelas dia.
Sebelumnya, ‎untuk kesekian kalinya, puluhan kontraktor kembali nglurug ke kantor Pemkab Lampung Utara untuk menuntut hak mereka segera dibayarkan, Senin (16/10/2017) sekitar pukul 09.30 WIB.
Tuntutan mereka masih sama, yakni menuntut Pemkab segera merealisasikan pencairan uang proyek pembangunan tahap I dan II yang hingga kini masih belum jelas juntrungannya kapan akan dibayarkan.
Jika sebelumnya mereka hanya ngluruk tanpa membawa alat pengeras suara, kini para pengusaha yang bergerak di bidang konstruksi itu membawa alat pengeras suara lengkap dengan karton – karton yang berisikan suara hati mereka.
“Kami ke sini bukan untuk anarkis. Kami ke sini hanya untuk menuntut hak kami,” tegas Mirza, salah ‎seorang orator.
Menurut Mirza, tak ada alasan Pemkab untuk tidak segera mencairkan ‎apa yang telah menjadi hak mereka karena hal ini sesuai dengan aturan yang ada. Terlebih, hak – hak koleganya yang telah merampungkan pekerjaan proyek.
“Satu kata..bayar..bayar,” tandasnya yang langsung disambut dengan perkataan yang sama oleh kolega – koleganya.