Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Masalah “Fly Over” akan Didiskusikan di Lamban Sastra

Masalah “Fly Over” akan Didiskusikan di Lamban Sastra

1352
BERBAGI
Jalan layang ruas Jl Gajahmada - Jalan Pangeran Antasari Bandarlampung yang diresmikan Walikota Herman HN, Senin malam (26/12/2016).

TERASLAMPUNG.COM  — Pembangunan jalan layang (fly over) oleh Pemkot Bandarlampung akan menjadi bahan diskusi di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS di Jln Imam Bonjol 544 A, Kemiling, Bandar Lampung Sabtu pekan depan (11/3/2017).

Setelah membangun tiga jembatan layang, Pemkot Bandarlampung rencananya akan membangun kembatan layang di ruas Jalan Zainal Abidin Pagar Alam di ruas depan Mal Boemi Kedaton hingga kampus Universitas Lampung (Unila). Sama seperti tiga jalan layang terdahulu, jalan layang baru itu juga diniatkan Pemkot Bandarlampung untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

Namun, eksistensi jalan layang yang sudah ada dan akan dibangun Pemkot itu tidak sepenuhnya selaras dengan kemauan dan harapan warga kota. Banyak juga warga Bandarlampung yang menilai jalan layang itu hanya menghambur-hamburkan uang dan tidak mengurasi kemacetan.

“Hal itukah yang mendasari kami menggelar diskusi dengan tema jembatan layang. Nantinya akan dibedah apakah pembangunan jalan itu memang benar-benar karena didasari kebutuhan atau karena ikut-ikutan saja,” kata ketua Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, Ahad (6/3) sore.

Menurut Syaiful, jembatan layang di dalam Kota Bandarlampung belum layak menjadi skala prioritas. Maka itu, kata dia  perlu dicari solusi yang tepat.

“Apalagi, Pemprov Lampung belum memberikan sinyal menyetujui gagasan pemkot tersebut,” katanya.

Syaiful berhadap beberapa narasumber kompetan hadir pada diskusi ini. Antara lain Walikota Bandarlampung Herman HN serta ahli tata kota IB Ilham Malik dan Citra Persada.