Masih Ada Pejabat yang tidak Visioner di Lampung Tengah

  • Bagikan

Supriyanto/TerasLampung.com


Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampung Tengan. (Teraslampung/Supriyanto)

GUNUNGSUGIH –  Untuk mengakases informasi  perkembangan pembangunan di Lampung Tengah (Lamteng) khusunya di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tidaklah mudah. Selain sulitnya mendapatkan informasi dari para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) karena jarang berada di kantor, juga karena pejabat setingkat dibawah kepala dinas tidak sedikit yang tidak visioner.  Salah satu contoh Kabid Perkebunan  di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampung Tengah.

Wartawan Teraslampung.com pada Rabu (4/6) mencoba menggali perkembangan perkebunan rakyat di Lampung Tengah,  khususnya penambahan luasan dan produktivitas komoditas tanaman karet yang terjadi selama empat tahun terakhir. Ternyata tidak mendapatkankan jawaban yang memuaskan terkait dengan perkembangan salah satu komoditas khas Lampung ini.

Kabid Perkebunan Dishutbun Lampung Tengah, yang seharusnya bertanggungjawab terhadap peningkatan produktivitas perkebunan ketika di konfirmasi memberikan jawaban yang sangat mencengangkan.

“Untuk apa membahas masalah karet gak penting,  komoditas lain aja seperti tebu rakyat itu,  apa lagi tanaman karet banyak bibit palsu sehingga kurang diminati,”kata Kabid Perkebunan Sarwono, ditemui di sela-sela pelepasan Peserta Penas KTNA XIV Lampung Tengah, Rabu  (4/6)

Ketika ditanyakan berapa luasan tebu rakyat yang merupakan kemitraan dengan salah satu pabrik tebu di Lamteng, Kabid Perkebunan menyebutkan saat ini ada 500 Ha yang pengembangannya ada di Kecamatan Terusan Nunyai.

Menurut dia, setiap tahun diharapkan ada penambahan luasan sebanyak 500 Ha. ”Target setiap tahun perluasan 500 ha. Permasalahannya itu kan kerjasama dengan PT.Gunung Madu. Peran kita hanya memfasilitasi dengan kementerian,”katanya, acuh.

Sementara itu, Kabag Humas Sekkab Lampung Tengah Syamsi Roli ketika dimintai konfirmasi terkait dengan sikap kabid perkebunan, menyayangkan sikap Kabid Perkebunan.

”Saharusnya kabid bisa memberikan sedikit penjelasan, kalaupun belum ada data tentunya bisa dijanjikan kapan. Ya sudah saya coba telpon kepala dinas,” kata Syamsi.

Namun, upaya menghubungi Kapala Dinas Kehutanan dan Perkebunan olah Kabag Humas Lamteng melalui ponselnya, juga tidak dapat terhubung. ”Ya sudah, besok saja coba temui ke kantornya,”katanya.

Hingga berita ini di buat Kadis Hutbun Lamteng Krisna Rajasa belum bisa di konfirmasi. ”Bapak hari ini masih melayat,” kata seorang staf.

Apa yang di katakan Kabid Perkebunan Dishutbun Lamteng itu, sangat bertolak belakang dengan data di lapangan. Ternyata tanaman karet perkebunan rakyat di darah ini cukup luas. Sesuai data Badan Pusat Statistik Lampung Tengah, tahun 2012 luas area dan produksi perkebunan karet rakyat yang tersebar di 26 kecamatan se Lampung Tengah total tanaman.mencapai 7.717,25 Ha, terdiri dari 5.302 Ha tanaman karet belum produksi dan 2.415,25 Ha tanaman karet yang telah produksi, dengan produksi getah karet mencapai 2.224,13 ton.

Sementara luas area dan produksi tebu perkebunan rakyat mencapai 3.144 Ha yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Way Pengubuan seluas 120 Ha, Terusan Nunyai 1.774 Ha, dan Kecamatan Bandar Mataram seluas 1.250 Ha dengan total produksi sebanyak 22.533 ton  

  • Bagikan