Beranda Teras Berita Masih Banyak Calon Debitur UMKM di Lampung di Lampung Belum Terdata

Masih Banyak Calon Debitur UMKM di Lampung di Lampung Belum Terdata

233
BERBAGI
Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi KUR dan SIKP, di Aula Ditjen Perbendaharaan, Kamis (1/8/2019).
Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi KUR dan SIKP, di Aula Ditjen Perbendaharaan, Kamis (1/8/2019).

TERASLAMPUNG.COM  — Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat mengatakan saat ini ada beberapa daerah yang belum memutakhirkan data para calon debitur potensial usaha kecil dan menengah (UMKM). Ini dilakukan agar penyerapan dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tepat sasaran.

“Jika sudah masuk dalam SIKP itu, maka pihak perbankan akan lebih mudah mengakses data nasabah yang akan dibantu,” katanya. Ia mengatakan, selain memasukkan data, pemerintah kabupaten/kota juga bertugas melakukan verifikasi atas kebenaran penerima. Dengan demikian, data penerima lebih terintegrasi dan tepat sasaran,” kata Taufik Hidayat saat memimpin Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi KUR dan SIKP, di Aula Ditjen Perbendaharaan, Kamis (1/8/2019).

Taufik mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung mendorong Pemerintah di 15 Kab/Kota se-Provinsi Lampung untuk aktif memutakhirkan data calon debitur potensial terutama untuk pelaku UMKM binaan didaerahnya ke dalam aplikasi Sistem Informasi Keuangan Perbankan (SIKP).

Kakanwil Perbendaharaan Provinsi Lampung Alfiker Siringoringo mengatakan jika penyerapaan dana KUR di Provinsi Lampung masih sedikit.

Berdasarkan data Pemda di SIKP diketahui bahwa UMKM di 15 Kab/Kota yang memperoleh dana jumlahnya masih sedikit. Dari 2.380 calon debitur, hanya 547 menjadi debitur, dengan nilai total akad Rp 23 miliar lebih.

Hal itu antara lain disebabkan kurangnya pemahaman bank penyalur mengenai kebijakan dan pedoman penyaluran KUR juga kurangnya pemahaman mengenai kebijakan dan proses SIKP serta kurangnya pemanfaatan data calon debitur potensial dari pemkab/pemkot.

 

Loading...