Massa Bakar Polsek Candipuro karena Begal tak Segera Ditangkap, Polda Lampung Bantah Polisi tidak Bekerja

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad

TERASLAMPUNG.COM — Polda Lampung membantah para petugas Polsek Candipuro tidak bekerja menangani kasus pembegalan sehingga memicu amuk massa dan berujung pembakaran markas Polsek Candipura, Lampung Selatan, Selasa tengah malam (18/5/2021).

BACA: Ditangkap, Polisi Sebut 8 Orang Sebagai Penggerak dan Provokar Pembakaran Polsek Candipuro

Menurut Kabid Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad, tudingan itu tidak berdasar. Sebab, kata dia, berdasarkan data yang ada Polsek Candipuro telah menjalankan fungsinya sebagai penegak hukum dan pengayom masyarakat. Panda pun kemudian membeberkan data pengungkapan kasus begal yang ditangani Polsek Candipuro.

“Pada kurun Januari 2021 sampai April 2021, Polsek Candipuro telah mengungkap setidaknya tujuh kasus pencurian kendaraan bermotor, baik itu pembegalan maupun pencurian dengan pemberatan. Sebanyak 4 kasus di antaranya sudah P21, sudah dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya, Rabu (19/5/2021).

BACA JUGA:   Kasus Dua Oknum Anggota Polres Lampura Diduga Berselingkuh Dilimpahkan ke Polda

BACA: Diduga Buntut Maraknya Aksi Begal, Polsek Candipuro Dibakar Massa

Pandra mengatakan, laporan yang masuk ke Polsek atau Polres tidak serta merta langsung bisa mendapatkan hasil dengan menangkap pelaku begal. Ia pun meminta masyarakat bersabar.

“Setiap laporan yang masuk ke kepolisian sudah pasti ditindaklanjuti,” katanya.

 

  • Bagikan