Beranda News Peristiwa Masuk Kuali Isi Rebusan Gula, Tubuh Balita asal Lamsel Ini Melepuh

Masuk Kuali Isi Rebusan Gula, Tubuh Balita asal Lamsel Ini Melepuh

162
BERBAGI

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG-Nasib nahas yang dialami seorang balita perempuan bernama Fadilah Salma yang masih berusia 1,8 tahun, sekujur tubuhnya melepuh akibat masuk ke dalam rebusan kuali besar berisi rebusan gula merah di rumahnya di RT 2 Dusun Sinar Baru, Desa Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, pada Rabu 10 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 11.00 WIB.

Putri ketiga dari pasangan Samhudi dan Ida Farida tersebut, saat ini sedang mendapatkan perawatan medis secara intensif dan tergolek tidak bisa berbuat apa-apa di ruang di ruang ICU Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM). Balita malang itu, saat ini sudah menjalani operasi penutupan kulit dan pemasangan selang oleh tim medis.

“Kalau kejadiannya Rabu kemarin, saat kejadian itu langsung dilarikan ke puskemas terdekat. Karena luka bakarnya cukup parah, lalu di rujuk ke RSUAM,”ucapnya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di RSUAM, Jumat 12 Oktober 2018 sore.

Dengan kata yang terbata-bata, Dolimin mengatakan, bahwa dirinya sangat kaget dan merasa sedih atas musibah yang telah menimpa cucu perempuanya yang masih balita itu, dengan mengalami luka bakar yang cukup parah disekujur tubuhnya. Namun ia tidak mengetahui pasti, mengenai kejadian yang menimpa cucunya tersebut.

“Ya mau gimana lagi namanya musibah, dan saya tau adanya musibah ini setelah dikabari sama anak perempuan saya yakni ibu korban itu Kamis kemarin. Katanya cucu saya ini main dengan kakaknya yang tertua, entah terpeleset atau gimana tiba-tiba saja nyemplung ke kuali yang berisi rebusan gula merah,”ungkapnya.

Menurutnya, posisi kuali yang berisi rebusan gula merah itu, memang posisinya agak rendah.

Dolimin mengaku, bahwa dirinya tinggal di Telukbetung Timur, Bandarlampung. Sedangkan Samhudi yakni menantunya, tinggalnya di Kecamatan Katibung, Lampung Selatan dan kesehariannya bekerja sebagai penyadap kelapa untuk membuat gula merah.

Mengenai kondisi terakhir cucu perempuannya setelah menjalani operasi, kata Dolimin, dia hanya bisa menggelengkan kepala dan pasrah dengan keadaan yang ada saat ini.

“Saya hanya bisa berharap dan berdoa, semoga dapat petunjuk dan tuhan dapat memberikan kesembuhan buat cucu saya ini,”harapnya.

Kemudian Dolimin mengajak untuk melihat kondisi cucunya tersebut, yang sedang dilakukan perawatan intensif di ruang ICU RSUAM. Dari balik kaca ruangan ICU tersebut, tampak jelas terlihat kondisi Fadila yang mengalami luka bakar sekujur tubuhnya sangat memprihatinkan.

Balita malang itu, tergolek diam diatas ranjang perawatan dan seluruh tubuhnya terbungkus perban putih, yang tersisa hanya pada bagian mata, mulut, hidung dan rambutnya. Di samping balita nahas itu, terdapatmesin elektrokardiografi (alat pemantau aktifitas jantung).

“Ya beginilah kondisinya sekarang, sekujur tubuhnya melepuh hanya tersisa rambutnya saja diatas. Kalau kembali seperti semula, itumah wallahu a’lam dan yang paling penting cucu saya dapat sehat lagi dan bermain seperti biasa,”ucap Dolimin yang tak kuasa menahan kesedihan dengan menitikan air matanya.

Dolimin pun mengaku, saat ini anaknya yakni orangtua dari cucunya itu sedang mengalami kesulitan untuk menutupi biaya perawatan Fadilah, lantaran tidak memiliki kartu asuransi kesehatan apapun.

“Namanya orang desa yang kerjanya tukang deres (penyadap) kelapa, ya mungkin nggak kepikir lagi untuk itu. Sekarang lagi diusahakan dan siang tadi bapaknya coba urus buat BPJS, tapi bisa tembus atau tidak belum tahu dan sampai saat ini belum ada informasinya,”pungkasnya.

Loading...