Beranda Ekbis Bisnis Masyarakat Minati Kopi Pinang Muda Ansor Waykanan

Masyarakat Minati Kopi Pinang Muda Ansor Waykanan

154
BERBAGI
Kepala Dinas Kesehatan Waykanan Anang Risgiyanto menunjukkan kopi jamu Ansor.
Kepala Dinas Kesehatan Waykanan Anang Risgiyanto menunjukkan kopi jamu Ansor.

TERASLAMPUNG.COM — Kopi jamu PAC GP Ansor Rebang Tangkas, Waykanan, Lampung yang berbahan baku kopi dan pinang muda mulai mendapat tempat di hati masyarakat di daerah itu.

“Per bulan rata-rata habis setengah kuintal. Harga jual Rp25 ribu untuk 150 gram,” ujar Ketua PAC Ansor Rebang Tangkas, Arif Makhfudin, di Blambangan Umpu, Sabtu (9/10).

Makhfud menambahkan, komposisi kopi jamu dimaksud terdiri dari 3 kg kopi dan 1 kg pinang muda. “Setelah semua bahan dicuci, kemudian dijemur hingga kering lalu proses penggorengan. Pinang muda sebelum dicuci dipotong kecil agar mudah digiling jadi bubuk,” kata dia.

Atas nama oganisasi dan pribadi, ia menyatakan berterima kasih atas dukungan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Waykanan. “Sangat membantu sekali. Sahabat Bendahara PC Ansor Abdullah Candra Kurniawan bahkan turut membantu pemasaran melalui jaringan ia miliki,” paparnya.

Kopi pinang muda diluncurkan pada pengajian akbar bertema “Negeri Bhineka, Negeri Digdaya” dalam rangka memperingati Maulid Nabi SAW 1437 H dan 6 Tahun Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Masjid Al Muhajirin Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, Kamis 24 Desember 2015.

Kopi tersebut memiliki sejumlah manfaat, seperti mengencangkan kulit, menguatkan stamina dan gigi. Perijinan atas produksi tersebut sudah diajukan pada institusi terkait.
Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto melanjutkan, ada masukan agar Ansor ikut andil memasarkan kopi yang dihasilkan petani Waykanan serta memberdayakan kader. Dari situ muncul gagasan kopi jamu.

“Karena ada sejumlah Banser yang menekuni usaha pembuatan kopi bubuk, jadi awalnya kita uji coba awal dicampur dengan pinang muda. Alhamdulillah, hingga kini proses produksi berrlanjut dan PAC secara bertahap dan mandiri mempunyai uang khas,” papar Gatot yang merupakan alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) Yayasan SATUNAMA Yogyakarta itu pula.

Muhammad A Trader, buku karya Afzalur Rahman menjelaskan, Rasulullah telah memimpin khalifah dagang hingga ke luar negeri pada usia 17 tahun.

“Banyak yang mengaku umat Muhammad, tapi takut, tidak percaya diri mengikuti nabi untuk berdagang. Ada apa? Apa yang salah dari berdagang? Karena itu, GP Ansor Waykanan bertekad mendorong kader mampu untuk mandiri, mengikuti jejak nabi dalam hal penguatan ekonomi,” kata dia.

Gerakan ekonomi lain yang sedang dilakukan ialah budidaya madu oleh kader Ansor di Kasui. “Insya Allah nanti akan muncul produk Madu Tak Gentar, madu fermentasi dari kader Ansor Waykanan,” pungkasnya.

Loading...