Beranda News Pertanian Matangkan Hilirisasi Produk Pertanian, Pemprov Lampung Kerjasama dengan PT Triputra 

Matangkan Hilirisasi Produk Pertanian, Pemprov Lampung Kerjasama dengan PT Triputra 

91
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mematangkan rencana hilirisasi produk pertanian melalui kerjasama atau sinergi dengan perusahaan terkemuka teknologi pertanian PT Triputra Group. Melalui sinergi ini hilirisasi diharapkan bisa berkembang di 15 kabupaten dan kota di Lampung.

“Saya menginginkan sektor pertanian kita berkualitas dan kontinuitas. Untuk itu, saya sengaja mengundang PT Triputra Group untuk membangun sinergi dalam rangka meningkatkan Sektor Pertanian dalam arti luas ke depannya,” ujar Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat membuka Rapat Koordinasi Investasi dan Hilirisasi Produk Unggulan Padi, Jagung, dan Karet, di Hotel Bukit Randu, Bandarlampung, Rabu (6/11/2019).

Menurut Gubernur, Sektor Pertanian, harus menjadi perhatian serius mengingat Lampung sudah tertinggal dari Provinsi lainnya.

“Sekitar setahun yang lalu, saya bertemu dengan pimpinan PT. Triputra Group Teddy Rachmat. Dalam kesempatan itu, kami membicarakan bagaimana ke depannya membangun sektor pertanian dalam arti luas. Beliau menginginkan agar ke depannya Indonesia tidak bergantung dengan Negara lain,” kata dia.

Gubernur Arinal menjelaskan bahwa ada dua penyebab Lampung masih mengalami ketergantungan, yaitu pertama data yang dimiliki kurang valid dalam menghadapi situasi. Kedua, kemampuan kerja para birokrat, khususnya di Lampung belum menguasai, memahami, dan mengenali bidang tugasnya. Padahal sumber daya alam (SDA) Lampung sangat luar biasa.

“Lampung memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa. Bahkan saat ini jagung kita nomor 3 di Indonesia, padi nomor 7 di Indonesia, dan karet nomor 5 di Sumatera,” jelas Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal menuturkan sejak tahun 60-an persoalan rutinitas terjadi terus menerus, seperti ketika musim tanam benihnya tidak ada, bibit tidak tersedia, pupuk tidak tersedia, kalaupun ada hanya sedikit yang menikmatinya. Kemudian, ketika musim panen harga jualnya kurang.

“Ini sering terjadi, dianggap rutin dan tidak ada yang menyoalkan itu. Tetapi saya sebagai orang pertanian sangat mempersoalkan hal tersebut, bagaimana membuat petani kita sejahtera. Untuk itu, saya mengundang Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura, dan Kadis Perkebunan dan Peternakan Kabupaten/Kota untuk dapat memahami dan menguasai bidang tugasnya,” ujar Gubernur.

Dalam meningkatkan sektor pertanian dalam arti luas, Gubernur Arinal mengungkapkan bahwa dirinya sepakat agar unit pengolahan (processing) dapat didirikan di tengah masing-masing kabupaten terdekat. “Di mana letak yang ideal, maka dibangun di situ. Dan saya akan mendukungnya dengan pembangunan infrastrukturnya,” jelasnya.

Gubernur juga akan menunjang pengembangan pertanian di daerah dengan menggunakan Kartu Petani Berjaya (KPB). “KPB akan menyediakan benih dan pupuk tepat waktu, kredit usaha rakyat, dan ketika produksi akan menguntungkan petani. Dan inilah peran kehadiran PT. Triputra Group, jangan sampai ketika saya telah mengembangkan KPB, justru ada permasalahan di pasarnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Chief Operation Officer PT. Kirana Megatara yang tergabung dalam PT. Triputra Group Ahmad Effendi menuturkan bahwa sumber daya alam pertanian dan perkebunan Lampung sangat luar biasa.
“Potensi Lampung sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kecepatan investasi masuk ke Lampung dan membawa nilai tambah untuk Lampung,” jelasnya.

Effendi menjelaskan bahwa PT. Kirana Megatara memiliki 17 pabrik di Indonesia. Untuk di Lampung, saat ini pabriknya terletak di Panaragan, dengan cakupan 12 ribu ton kering/bulan untuk kondisi saat ini.

“Kami juga akan membangun pabrik di daerah Terbanggi Besar. Dengan adanya pabik baru ini, maka akan menghasilkan produksi 6x lipat dari saat ini,” ujarnya.

Effendi menjelaskan pihaknya telah melakukan kerjasama dengan 1500 petani di 10 kabupaten di Provinsi Lampung. “Kami juga mengadakan penyuluhan dan kegiatan lainnya yang mendukung untuk meningkatkan produktifitas petani karet,” jelasnya.

Loading...