Beranda Hukum Mau Ikut Aksi Tolak Omnibus Law, 7 Pria Diamankan karena Bawa Botol...

Mau Ikut Aksi Tolak Omnibus Law, 7 Pria Diamankan karena Bawa Botol Isi BBM

283
BERBAGI
Polisi dari Polres Bandarlampung menunjukkan botol berisi bahan bakar minyak saat memeriksa pria yang nekat hendak masuk bergabung dalam aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Adipura, Kamis (8/10/2020).
Polisi dari Polres Bandarlampung menunjukkan botol berisi bahan bakar minyak saat memeriksa pria yang nekat hendak masuk bergabung dalam aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Adipura, Kamis (8/10/2020).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Polisi dari Polresta Bandarlampung, Kamis (8/10/2020), melakukan penyisiran (sweeping) untuk mencari orang yang diduga menjadi provokator unjuk rasa menolak Omnibus Law di Bundaran Tugu Adipura.  Polisi menangkap sejumlah orang dari kendaraan angkutan kota (angkot).

Informasi yang dihimpun teraslampung.com, kendaraan angkot yang membawa tujuh orang tersebut diberhentikan oleh polisi saat berusaha menerobos masuk ke lokasi aksi massa dari beberapa elemen buruh di Bundaran Tugu Adipura Kota Bandarlampung.

Saat diperiksa, di dalam kendaraan angkot tersebut terdapat tujuh orang pria yang diduga hendak turut dalam aksi. Ketujuh orang tersebut diduga hendak menyusup dalam aksi massa buruh yang melakukan longmarch dari Bundaran Tugu Adipura menuju kantor DPRD Provinsi Lampung. Selanjutnya, polisi membawa mereka ke Mapolresta Bandarlampung untuk diperiksa.

Satu dari tujuh pria yang diamankan dan belum diketahui identitasnya itu mengaku datang dari Kalianda Lampung Selatan ke Kota Bandarlampung dengan menumpangi kendaraan angkot.

“Saya dari Kalianda, dan saya cuma ikut saja pak,”sebut pria ini saat diperiksa petugas di Mapolresta Bandarlampung.

Tidak sampai disitu saja, petugas melakukan penggeledahan. Saat digeledah, ditemukan dua botol bekas minuman sirup didalamnya berisi bahan bakar minyak (BBM) yang disimpan didalam tas ransel. Selain itu juga, petugas menemukan satu buah kunci roda.

Dengan temuan beberapa barang tersebut, polisi menduga akan digunakan sebagai bom Molotov untuk membuat memperkeruh suasana aksi unjuk rasa massa aksi buruh di Bundaran Tugu Adipura.

Bener pak, saya nggak tau pak dan itu (barang) bukan punya kami. Tadi pas di jalan, ada rombongan lain ikut nebeng mobil yang kami tumpangi,”kelit pria tersebut kepada petugas.

Ia juga mengaku, sengaja datang ke bandarlampung bersama rombongan untuk ikut meramaikan aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja.

Selain ke-7 pria yang diamankan tersebut, ada puluhan pelajar lainnya, lalu mahasiswa dan warga sipil yang turut diamankan aparat kepolisian karena diduga berpotensi dapat memicu kerusuhan. Mereka dikumpulkan di lapangan tenis Mapolresta Bandarlampung untuk didata dan dimintai keterangannya.

Loading...