Mau Jemput Teman Wanitanya di CS Novotel, 2 Polisi Bonyok Dikeroyok Sembilan Pemuda Mabuk

  • Bagikan
9 tersangka pengeroyokan dua polisi di Bandarlampung.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Satreskrim Polresta Bandarlampung, menangkap 11 orang pemuda diduga melakukan pengeroyokan dua anggota polisi Bripda Ivan Hananto (22) dan Bripda Median Utomo (22) di Jalan Majapahit, Enggal, pada Minggu (6/11/2016) dinihari lalu. Dari 11 pemuda yang diamankan, sembilan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Sembilan pemuda yang ditetapkan tersangka tersebut adalah berinisial AP (19) warga Kedaton; DJ (21) warga Segala Mider, Tanjungkarang Barat; YC (20) warga Sukaraja, Telukbetung dan FS (20) warga Kedaton, para tersangka merupakan mahasiswa. Lalu tersangka berinisial NS (18) warga Terbanggi Besar, Lampung Tengah masih berstatus pelajar.

Kemudian empat tersangka lainnya berinisial PN (19) wiraswasta warga Lampung Barat; JA (19) wiraswasta warga Kemiling; RR (19) wiraswasta warga Metro Pusat, Kota Metro dan JA (19) wiraswasta warga Sukarame.

BACA JUGA:   Empat Bulan Buron, Tersangka Pembobol Rumah Dibekuk di Rumahnya

“Sembilan pemuda yang ditetapkan tersangka ini, langsung dilakukan penahanan,”kata Kapolresta Bandarlampung, AKBP Murbani Budi Pitono, Selasa (8/11/2016).

Menurutnya, selain melakukan pemeriksaan terhadap sembilan tersangka, pihaknya juga telah memeriksa dua anggota polisi Bripda Ivan dan Median.

Murbani mengutarakan, sebelum terjadinya keributan hingga berujung pengroyokan, hingga mengakibatkan dua anggota polisi mengalami luka. Saa itu Bripda Ivan dan Median yang sedang lepas dinas, datang ke tempat hiburan malam Center Stage (CS) Hotel Novotel untuk menjemput teman wanitanya.

“Ya kedua korban, mau jemput teman wanitanya di CS Novotel. Saat berada di parkiran, ada salah paham saling pandang antara kedua korban dan para tersangka hingga terjadilah keributan,”ujarnya.

BACA JUGA:   Bripka Masruri dan Istrinya Amankan Penjambret dari Amukan Massa, Kapolres Lamsel akan Berikan Penghargaan

Keributan mereka, ternyata berlanjut di samping supermarker Gelael di Jalan Majapahit, Enggal saat korban dua anggota polisi dalam perjalan pulang. Mobil korban langsung dihadang para tersangka ditengah jalan, saat itu juga para tersangka langsung menganiaya dua anggota polisi tersebut dan memecahkan kaca mobil korban.

“Para tersangka menganiaya dua anggota polisi itu, lantaran pengaruh alkohol dan dalam kondisi mabuk,”terangnya.

Dikatakannya, barang bukti yang diamankan, satu unit mobil milik korban dalam kondisi rusak, satu batang besi dan dua buah batu yang digunakan para tersangka untuk merusak mobil dan menganiaya kedua korban.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat sembilan tersangka Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman pindana penjara selama 7 tahun.

  • Bagikan