Beranda Hukum Narkoba Mau Transaksi Narkoba, Pengedar dan Pemesan Diringkus di Pasar Panjang

Mau Transaksi Narkoba, Pengedar dan Pemesan Diringkus di Pasar Panjang

221
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Pengedar dan pemesan barang haram narkotika jenis sabu-sabu yang dipergoki tengah bertransaksi di depan Kosasih Pasar Panjang, Bandarlampung dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Panjang, pada Rabu 5 September 2018 malam lalu.

Kedua tersangka pengedar dan pemesan barang haram (sabu) yang ditangkap itu adalah, Mardi (34), warga Karang Maritim, Panjang dan Andi Pradana (25), warga Gang Pancur Jalan soekarno Hatta, Panjang.

Kapolsek Panjang, Kompol Sofingi saat dikonfirmasi membenarkan mengenai penangkapan terhadap kedua tersangka diduga sebagai pengedar dan pemesan saat akan melakukan transaksi narkoba di Pasar Panjang.

“Ya benar, tersangka Mardi dan Andi ditangkap beberapa hari lalu saat keduanya akan melakukan transaksi sabu-sabu didepan Kosasih Pasar panjang. Saat itu, keduanya dipergoki oleh petugas yang sedang melakukan hunting patroli,”ujarnya, Selasa 11 september 2018.

Kompol Sofingi menuturkan, penangkapan kedua tersangka diduga sebagai pengedar dan pemesan barang haram (sabu) itu, berawal saat petugas yang sedang melakukan hunting patroli mencurigai keduanya berada didepan Kosasih Pasar Panjang. Kerena gerak-gerik dari keduanya mencurigakan, petugas mencoba untuk menghampirinya dan kedua tersangka langsung melarikan diri.

“Saat itu juga, petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kedua tersangka ini tidak jauh dari lokasi perkara yakni di Pasar Panjang,”ungkapnya

Saat dilakukan penggeledahan, kata Sofingi, ternyata benar ditemukan barang bukti satu paket sabu-sabu seberat 0,79 gram dan keduanya mengakui akan transaksi barang haram tersebut. Selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti sabu yang disita, dibawa ke Mapolsek Panjang guna penyelidikan lebih lanjut.

“Kedua tersangkla dan barang bukti sabu-sabu yang disita, saat ini diamankan di Mapolsek Panjang dan kasusnya masih kami lakukan pengembangan,”terangnya.

Loading...