Beranda Views Kopi Pagi Maulana, Ikan Tongkol, dan Disleksia

Maulana, Ikan Tongkol, dan Disleksia

912
BERBAGI

Abdi Purnomo

Maulana tidak sengaja keliru mengucapkan nama ikan tongkol. Bagi dia, pengejaan nama ikan tongkol sudah benar meski di telinga pendengar menjadi ucapan yang lucu dan saru.
Pendengar tertawa seolah-olah mendapat hiburan tanpa tahu ternyata Maulana menderita disleksia. Ia mengalami kesulitan membaca dan menulis.

Pengasuhnya bilang Maulana rajin menulis surat buat sang ibu. Tentu saja suratnya tidak pernah sampai karena ibunya sudah jadi almarhumah. Ibunya sudah meninggal dunia.

Jadi, kawan-kawan, sebaiknya janganlah teruskan kisah ikan tongkol dan Maulana jadi bahan meme dan olok-olokan. Videonya pun tak usahlah disebar ke mana-mana. Maulana, dan bocah-bocah lainnya, tak pantas dirisak/dirundung atau di-bully.
Maulana masih bocah. Ia masih butuh kasih sayang dan dukungan dari orang-orang terdekatnya.

Doakan dan dukunglah Maulana agar kelak ia bisa menjadi anak penderita disleksia pertama dari Indonesia yang bisa mensejajarkan dirinya dengan Alexander Graham Bell, Albert Einstein, Leonardo da Vinci, Agatha Christie, John Lennon, Steven Spielberg, Henry Ford, dan Muhammad Ali.

Para tokoh hebat itu juga penderita disleksia. Maulana dan bocah penderita disleksia lainnya bisa seperti mereka.

*Abdi “Abel” Purnomo adalah seorang jurnalis, tinggal di Malang