May Day, KSPI Lampung Sampaikan Tiga Tuntutan

  • Bagikan
Ketua KSPI Lampung Sulaiman Ibrahim menyerahkan tuntutan buruh Lampung dan diterima Kadisnaker Agus Nompitu.
Ketua KSPI Lampung Sulaiman Ibrahim menyerahkan tuntutan buruh Lampung dan diterima Kadisnaker Agus Nompitu.

TERASLAMPUNG.COM — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Lampung dalam memperingati hari buruh Internasional atau May Day 2021 tidak menggelar aksi massa, tapi dengan berbuka puasa bersama dan diskusi di sekertarianya di Kelurahan Sidodadi, Kedaton, Bandarlampung

“Kami mengambil sikap yang tidak populer dalam peringatan May Day tahun ini dengan tidak mengelar aksi damai,” kata Ketua KSPI Lampung Sulaiman Ibrahim, Sabtu 1 Mei 2021.

Dia juga menjelaskan bahwa Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung mengizinkan pihaknya menggelar aksi tapi Sulaiman Ibrahim mengambil sikap untuk tidak menggelar aksi massa demi kebaikan bersama.

“Apa boleh buat karena saat ini kondisi sangat tidak memungkinkan karena pandemi Covid-19 yang terus meningkat kami tidak aksi massa. Meski langkah tidak populer dengan mengadakan buka bersama dan diskusi semoga kegiatan ini juga bermanfaat,” harapnya.

Meskipun tidak turun ke jalan, pada pPeringatan May Day 2021 KSPI menyampaikan tiga tuntutan untuk disampaikan ke Presiden Jokowi dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Tiga tuntutan tersebut adalah, pertama, meminta kepada Hakim Mahkamah Konstitusi batalkan /cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020.

Kedia, meminta Gubernur Lampung segera membentuk tim kerja pantau THR Tahun 2021 sesuai SE Nomor : M/6/HK.04/IV/2021 tanggal 12 April 2021. Ketiga, mendesak tetap memberlakukan UMSK/P 2021 di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung Agus Nompitu mengatakan Pemprov peduli terhadap pekerja agar nyaman dan tentram dalam bekerja.

“Selain itu perjuangan yang dilakukan oleh pemerintah bagaimana memberikan regulasi-regulasi meski di sana sini masih ada kekurangan dan kelemahan atau masih perlu penyempurnaan,” katanya.

Mendekati hari Raya Idulfitri Agus Nompitu menginformasikan bahwa Disnaker Lampung dan Disnaker di 15 kabupaten/kota sudah membentuk Posko THR yang menerima laporan online maupun offline.

“Posko itu dibuka mulai H min 7 dan di Disnaker kami sudah siapkan ruangan dan laporannya bisa melalui online, call center atau datang langsung pasti kami layani dan tindaklanjuti laporannya,” Jelas Agus Nompitu.

 

  • Bagikan