Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Maya N Manan Dipercaya Sebagai Plt Kadis Kesehatan Lampung Utara

Maya N Manan Dipercaya Sebagai Plt Kadis Kesehatan Lampung Utara

3097
BERBAGI
Kantor Dinas Kesehatan Lampung Utara

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi–Pemkab Lampung Utara menunjuk Maya Natalia Manan sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan. Penunjukan ini untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Maya Metissa usai ditahan akibat tersangkut perkara dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan tahun 2017 dan 2018.

BACA: Dugaan Korupsi Rp2,1 Miliar, Kadis Kesehatan Lampura Jadi Tersangka

Maya Natalia Manan sendiri saat ini masih menjabat sebaga‎i Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Utara. Jabatan Kepala Dinas Kesehatan bukanlah barang baru bagi Maya dikarenakan ia pernah menjabatnya selama beberapa tahun silam.

“Beliau (Maya N. Manan) ‎yang ditunjuk sebagai PLT Kepala Dinas Kesehatan untuk mengisi kekosongan itu,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Utara, Iwan Kurniawan S, Senin (31/8/2020).

Iwan mengatakan, penunjukan Maya N Manan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditingga‎lkan oleh Maya Metissa. Yang bersangkutan terpaksa harus dibebastugaskan dari jabatannya karena sedang menjalani proses penahanan akibat kasus BOK.

“Untuk alasan kenapa Maya N Manan yang ditunjuk, itu semua wewenangnya pimpinan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Maya Metissa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Bantuan Operasional Kesehatan tahun 2017 dan 2018. ‎Total kerugian akibat perbuatan tersangka mencapai Rp2,1 Miliar.

“Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Maya Metissa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus BOK 2017 dan 2018,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Atik Rusmiyati usai ‎penetapan dan penahanan Maya Metissa, Rabu (26/8/2020).

Menurut Atik, yang bersangkutan melakukan pemotongan sebesar 10 persen dalam penyaluran BOK tahun 2017 dan 2018. Total BOK yang dikelola pada dua tahun tersebut mencapai Rp32 Miliar.

“Total dananya mencapai Rp32 Miliar. Pemotongannya sebesar 10 persen,” jelasnya.

Loading...