Beranda Hukum Kriminal Mayat Laki-Laki dengan Tubuh banyak Luka Tusukan Ternyata Warga Umbul Asem

Mayat Laki-Laki dengan Tubuh banyak Luka Tusukan Ternyata Warga Umbul Asem

663
BERBAGI
Ilustrasi mayat

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Mayat laki-laki dengan sebelas luka tusukan yang ditemukan warga di Jalan Mayor Salim Batubara (belakang Indomart), Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Telukbetung Utara, pada Sabtu (18/4) lalu sekitar pukul 07.20 WIB terungkap . Jasad laki-laki tersebut, diketahui bernama Hari Sanjaya (16) warga Jalan R.E. Martadinata, Umbul Asem, Telukbetung Timur, Bandarlampung.

Dari penelusuran teraslampung.com. dari keterangan tetangga korban membenarkan bahwa mayat laki-laki yang ditemukan tewas dengan sebelas luka tusukan dibelakang Indomart Kupang Teba tersebut adalah Hari Sanjaya. Warga mengetahui kalau mayat tersebut adalah Hari yakni, pada Minggu (19/4) pagi setelah jasad korban diambil dari RSU Abdoel Moeloek Bandarlampung dan akan dimakamkan.

Menurut keterangan Ketua RT 06 lingkungan setempat, Syahmin Syahrori alias Ori saat ditemui teraslampung.com dirumahnya menuturkan, bahwa benar jasad tersebut adalah warganya bernama Hari Sanjaya (16) dan kebetulan korban tersebut terhitung masih kerabatnya.

Ia menceritakan, kejadian ditemukannya korban Hari tewas pada Sabtu (18/4) pagi saat itu dirinya belum mengetahui dan mendapat laporan. Kemudian pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB, nenek korban datang kerumahnya melaporkan bahwa cucunya bernama Hari Sanjaya pergi dari Jumat (17/4) malam bersama kakaknya Aan kok  tidak pulang-pulang. Tapi kakak korban, sudah pulang dan ada dirumahnya hanya korban saja yang tidak pulang.

“Korban ini dan kedua saudaranya sejak dari kecil yang mengasuh neneknya, kalau kedua orangtuanya berada di Jakarta. Dari cerita nenek korban itulah saya kemudian mencari informasi keberadaan Hari, karena ada kabar penemuan mayat Sabtu pagi diwilayah Kupang Teba, saya memanggil paman korban untuk datang kerumah saya. Paman korban, memberitahukan photo adanya penemuan mayat dan photo itu didapat dari salah seorang  warga yang diunggah melalui Facebook. Kalau dilihat dari foto mayat itu dari cirri-cirinya hampir ada kesamaan dengan Hari,”kata Ori sapaan akrab ketua RT, Senin (20/4).

Tak lama kemudian setelah paman korban pulang, sambung Ori, salah seorang petugas Bhabinsa datang kerumah dirinya yang juga memberitahun dengan menunjukkan foto-foto mayat tersebut, bahwa mayat yang ditemukan dengan sebelas luka tusukan di daerah Kupang Teba itu diyakini oleh Bhabinsa adalah Hari. Tapi ia belum meyakini kalau foto korban pembunuhan itu adalah Hari, karena photo yang ditunjukkan posisinya miring di selokan dan belum jelas seperti apa wajahnya.

“Untuk memastikannya benar atau tidak jasad itu adalah Hari Sanjaya, maka saya meminta paman korban bersama kakaknya Aan untuk mendatangi ke lokasi kejadian lebih dulu, pada Sabtu  malam (18/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Begitu sampai dilokasi kejadian, masih banyak anggota polisi yang sedang melakukan penyelidikan dan lokasinya masih diseterilkan. Karena saya penasaran ingin lihat wajahnya, lalu salah satu anggota polisi menunjukkannya dan ternyata benar bahwa korban yang ditemukan sudah tewas itu adalah jasad Hari Sanjaya,”terangnya.

Setelah memastikan benar bahwa korban pembunuhan tersebut adalah Hari, pada malam itu juga ia bersama anggota keluarganya langsung ke RSUDAM untuk mengambil jasad korban. Kemudian pada Minggu (19/4) pagi, jasad korban langsung dimakamkan.

“Ya saya meyakini Hari ini adalah korban pembunuhan, selain itu juga sepeda motor Honda Revo yang dibawa korban juga hilang dan sampai saat ini belum ditemukan dan kasusnya saat ini sudah ditangani polisi. Harapan saya, pelaku yang sudah tega membunuh Hari dapat secepatnya tertangkap,”tandasnya.

Sementara menurut keterangan salah seorang warga tempat korban tinggal yang enggan disebutkan namanya, ia menceritakan bahwa sebelum kejadian pembunuhan tersebut, Hari Sanjaya pada pada Sabtu (18/4) malam sekitar pukul 20.00 WIB pergi dengan kakaknya Aan dan temannya bernama Rangga dan satu lagi seorang perempuan yang merupakan pacar dari kakaknya.

Lalu mereka pergi ke laut di daerah Sinar laut Kota Karang, sekitar pukul 21.00 WIB kakak korban Aaan mengantarkan pulang pacarnya menggunakan sepeda motor Honda Revo, tapi korban dan temannya Rangga masing berada di laut menunggu kakaknya kembali lagi.

Ketika kakak korban mau kembali dilaut untuk menjemput adiknya (korban) dan Rangga, ditengah jalan kakak korban bertemu dengan tiga orang. Salah satu dari tiga orangyang bertemu dengan kakak korban adalah teman kakak korban berinisial Y dan dua orang lainnya tidak dikenal.

“Ketiganya  menanyakan sama Aan kakak korban, mau pergi kemana lalu kakak korban menjawab mau pergi kelaut. Lalu ketiganya ingin ikut, karena kakak korban kenal dengan Y maka diajaklah ketigannya dengan Aan ke Laut berboncengan menggunakan sepeda motor,”kata dia kepada Teraslampung.com, Senin (20/4).

Setibanya dilaut, sambungnya, hanya berjarak sekitar 10 menit mereka mengobrol. Dua orang yang tidak dikenal tersebut minta kepada Aan untuk diantarkan ke Rumah Sakit, karena ada anggota keluarganya yang sakit. Teman kakak korban berinisial Y, memaksa agar mau mengantarkan dua orang temannya itu. Karena kakak korban capek, lalu kakak korban enggan untuk berangkat. Saat itu juga korban sendiri yang berangkat untuk mengantarkan kedua orang teman dari Y menggunakan sepeda motor Honda Revo.

Setelah korban berangkat mengantarkan dua orang itu, selang sekitar 15 menit teman kakak korban berinisial Y selalu memainkan ponselnya. Karena merasa khawatir terjadi apa-apa dengan adiknya, kakak korban menanyakan kepada Y tapi Y bilang “Tenang aja, gak usah khawatir gak akan apa-apa dan gak mungkin saya botiin adiknya” kata Y kepada kakak korban.

“Taklama kemudian setelah Y menerima telpon, Y ini pergi dari laut entah kemana meninggalkan kakak korban dan Rangga. Karena merasa percaya dengan ucapan Y, kakak korban dan rangga kemudian pulang kerumahnya dengan menumpang kendaraan angkot temannya. Sejak saat itulah korban tidak kembali lagi, dan ternyata pada sabtu (18/4) pagi Hari Sanjaya ditemukan sudah meninggal dengan sebelas luka tusukan dibelakang Indomart Kupang Teba, Telukbetung Utara,”ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya membenarkan bahwa korban yang tewas dengan sebelas luka tusukan yang ditemukan di belakang Indomart, Kelurahan Kupang Teba, Telukbetung Utara pada Sabtu pagi (18/4) lalu adalah Hari Sanjaya (16) warga Jalan Re Martadinata, Umbul Asem, Telukbetung Timur, Bandarlampung. Jasad korban dapat dikenali dan diketahui Identitasnya, setelah pihak keluarga bersama Ketua RT setempat dan petugas Bhabinsa dan Bahbinkamtibmas Telukbetung Timur mendatangi lokasi TKP.

Atas kasus tersebut, sambung Dery, pihaknya telah melakukan olah TKP dan outopsi terhadap jasad korban dan saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kematian korban Hari Sanjaya. Namun pihaknya belum dapat memastikan kematian korban, dari hasil outopsi  bahwa ditubuh korban penuh dengan tanda-tanda kekerasan dan kasusnya pihaknya belum mengarah ke curas.

“Jadi untuk menegani motifnya sedang dilakukan penyelidikan, tewasnya korban dimungkinkan adalah adanya unsure sakit hati atau perkelahian. Namun untuk pelaku, diperkirakan lebih dari satu orang. Mengenai kendaraan motor milik korban yang hilang saat kejadian, sedang kita dalami apakah barang bukti yang hilang itu masih ada atau dititipkan dimana,”jelasnya.

Loading...