Beranda Ruwa Jurai Pringsewu Mayat Mbah Taniran Ditemukan di Pematang Sawah Pekon Podomoro Pringsewu

Mayat Mbah Taniran Ditemukan di Pematang Sawah Pekon Podomoro Pringsewu

511
BERBAGI
Proses evakuasi Mbah Taniran dari persawahan di Pekon Podomoro, Sabtu, 2 Maret 2019 (Foto: Polres Tanggamus)

TERASLAMPUNG.COM — Taniran (87), warga RT. 001 RW. 002 Pekon Podomoro Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu, ditemukan meninggal dunia di pematang sawah di Pekon Podomoro.

Kapolsek Polsek Pringsewu Kota Polres Tanggamus, Kompol Eko Nugroho, mengatakan penemuan itu berdasarkan laporan masyarakat hari ini, Sabtu (2/3/19) pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas Polsek mengevakuasi Mbah Taniran dan membawanya ke rumah duka yang berjarak sekitar 500 meter dari TKP.

“Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, Polsek Pringsewu Kota bersama warga mengevakuasi jenazah ke rumah duka selanjutnya dilakukan pemerikaan oleh tim Medis,” kata Kompol Eko Nugroho mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto.

Menurut Kompol Eko Nugroho, Mbah Taniran meninggal sekitar 3 – 4 jam sebelum diketemukan dan pada tubuh jenazah tidak ditemukan atau terlihat bekas kekerasan maupun penganiayaan.

“Dipastikan korban meninggal dunia karena sakit, itu juga dikuatkan keterangan keluarganya,” tegasnya.

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan Aniah selaku anak korban bahwa tadi pagi sekitar pukul 08.00 Wib, kakek Taniran berpamitan hendak pergi ke sawah.

Namun sekitar pukul 12.00 Wib, ia merasa khawatir karena ayahnya tak kunjung kembali kerumah sehingga ia mengajak Ngatno dan Mustofa menyusulnya.

Lantas sekitar pukul 13.30 Wib, saksi Mustofa menemukan Taniran sudah tergeletak di dekat pematang sawah yang ada diareal persawahan di Pekon Podomoro Kecamatan Pringsewu dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang.

Namun ia dan keluarganya telah mengikhlaskan kepergian ayahnya itu, pasalnya meyakini ayahnya meninggal dunia karena mengidap penyakit menahun dan usai telah lanjut.

Anak kandung Mbah Taniran, Aniah, ikhlas menerima peristiwa tersebut sebagai musibah mengingat korban yang memiliki riwayat penyakit menahun dan sudah berusia lanjut.

Terpisah ketua BHP Pekon Podomoro Sugeng Widodo mengungkapkan, penemuan jenazah berawal anak korban yang curiga ayahnya belum juga pulang sebab biasanya kakek Taniran sholat Dzuhur berjamaah Masjid Baiturahman Podomoro 2.

Menurutnya, Mbah Taniran sebenarnya sudah dilarang oleh anaknya, namun karena memang kebiasaannya melihat sawah sehingga anaknya tidak dapat berbuat banyak.

“Mbah Taniran biasanya jam 12 sudah pulang untuk sholat jamaah di masjid Baiturahman, namun pada saat dijemput ditemukan sudah meninggal. Kami semua mendoakan almarhum husnul khotimah diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan ikhlas,” katanya.

TL | Polres Tanggamus

 

Loading...