Beranda Hukum Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Jl. Soekarno Hatta Bandarlampung

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Jl. Soekarno Hatta Bandarlampung

235
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Petugas Lakalantas Polresta Bandarlampungmenemukan sesosok mayat seorang perempuan tanpa identitas di Jalan Soekarno Hatta (Bay Pas) dekat Gedung Pertemuan Bagas Raya,  Bandarlampung , Minggu (20/7) sekitar pukul 05.30 WIB. Polisi menduga mayat tersebut merupakan korban tabrak lari. Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, polisi membawa mayat tersebut ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek untuk dilakukan otopsi.

Kanit Lakalantas Polresta Bandarlampung Iptu I Putu Eka Dendha saat dikonfirmasi melalui ponselnya  membenarkan pihaknya telah menemukan mayat anonim di Jalan Soekarno – Hatta (Bay Pass) tepatnya di dekat Gedung Pertemuan Bagas Raya dan Lapangan PKOR Wayhalim Bandarlampung sekitar pukul 05.30 WIB.

Putu mengaku sampai saat ini pihaknya belum mengetahui identitas lengkap nama korban tersebut dan sedang dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk mengetahui identitas dari korban yang diduga tabrak lari.

Petugas pemulasaran jenazah Rumah Sakit Abdul Moeloek, Amri Tua Manik,  saat ditemui Teraslampung.com mengatakan pihaknya telah menerima mayat tanpa identitas (anonim) pada Minggu (20/7) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Amri memperkirakan korban meninggal satu jam sebelum kejadian.

“Korban meninggal karena mengalami luka yang cukup parah di bagian kepalanya. Kepalanya remuk. Isi kepalanya sebagian hilang. Punggung luka lecet dan ada luka dalam, usus terburai, bagian rahang gigi patah,” kata Amri Tua Manik kepada teraslampung.com, Minggu (20/7).

Ciri-ciri korban, menurut Amri, jenis kelamin wanita, diperkirakan berusia sekitar 25 tahun, tinggi badan 152 cm, hidung terdapat tahi lalat sebelah kiri, rambut ikal dengan panjang 40 centimeter (cm), kulit sawo matang, mengenakan pakaian celana pendek warna hitam, kaos lengan pendek warna kuning bermotif bintik-bintik warna hitam, lalu menggunakan bra berwarna cokelat, dan celana dalam  berwarna merah.

“Korban sudah dilakukan penanganan di pemulasaran jenazah. Kami sudah menyatukan kepala yang pecah dan menjahit bagian-bagian tubuh yang luka. Apabila selama dalam 3×24 jam tidak ada pihak dari keluarga yang datang dan merasa kehilangan terhadap salah seorang anggota keluarganya, maka pihak rumah sakit akan memakamkan korban,” tutur Amri .

Loading...