MBah Surip,  Sosok Seniman String Art Langka Asal Lampung

  • Bagikan
Mbah Surip berbagi kisah terkait seni rupa string art langka yang dilakoninya kepada teraslampung.com saat menyambangi kediamannya di Jalan Pandmosari RT 11, Dusun Padmosari 2, Desa Haduyang, Natar, Lampung Selatan yang dijadikan sebagai tempat galeri string art.
Mbah Surip berbagi kisah terkait seni rupa string art langka yang dilakoninya kepada teraslampung.com saat menyambangi kediamannya di Jalan Pandmosari RT 11, Dusun Padmosari 2, Desa Haduyang, Natar, Lampung Selatan yang dijadikan sebagai tempat galeri string art.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN—Seorang penggiat seni rupa langka string art satu-satunya asal Lampung, Mbah Surip telah menghasilkan ratusan karya ciamik dan menawan melalui teknik menggunakan benang dan paku. Selain membuat karya, sosok Mbah Surip tak pelit ilmu mengajari siapa pun yang ingin belajar seni rupa string art termasuk penyadang disabilitas dan juga anak yatim piatu untuk bisa berkarya.

Selasa siang (5/10/2021) sekira pukul 12.15 WIB, matahari sudah membumbung tinggi dan tepat diatas kepala hingga sinarnya begitu terik, namun teraslampung tetap terus menyusuri Jalan Padmosari, Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Lampung Selatan mencari kediaman Mbah Surip, penggiat seni rupa string art.

Meski beberapa kali sempat bertanya kepada masyarakat setempat bahkan sampai salah jalan, akhirnya tiba di kediaman Mbah Surip, seorang peggiat seni rupa langka dan satu-satunya di Provinsi Lampung yang memanfaatkan paku dan benang untuk membentuk gambar serta tulisan atau disebut string art.

Begitu tiba di kediaman Mbah Surip tepatnya di lingkungan RT 11, Dusun Padmosari 2, Desa Haduyang, Natar, di halaman depan rumahnya terpampang karya seni rupa string art ukuran besar (122×100) sketsa wajah Presiden Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin beserta 36 menteri Kabinet Indonesia Maju.

Kemudian saat memasuki ruangan tamu yang sekaligus dijadikan sebagai galeri string art Mbah Surip, terdapat berbagai bentuk karya seni rupa string art baik itu yang sudah jadi dan masih setengah jadi.
Beberapa karya string art Mbah Surip yakni banyak tokoh-tokoh nasional, seperti sketsa wajah dari 7 Presiden Indonesia mulai dari Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno hingga sekarang.

Lalu sketsa wajah Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan dan Putri Indahsari Tanjung, staf khusus yang membantu Presiden memberdayakan ndustri kreatif, kewirausahaan anak muda, daya jual produk UMKM dan peningkatan daya guna kreator kreatif muda.

Selain itu juga terdapat gambar tokoh nasional yakni B.J. Habibie, dan gambar Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana serta masih banyak lagi karya string art yang telah dibuat Mbah Surip di kediamannnya.

Pria bertubuh gempal kelahiran Kedaton, Kota Bandarlampung, 7 Maret 1976 ini menceritakan awal mula dirinya menekuni seni rupa string art tersebut. Sebelumnya, ia bekerja di pertambangan dari tahun 1996-2014 di perusahaan PT. Pama Persada Nusantara. Selama 18 tahun, Mbah Surip malang melintang bekerja di pertambangan yakni di Palembang, Jambi dan Bontang, Kalimantan Timur.

“Nama panggilan Mbah Surip ini sendiri, orang taunya kerja di pertambangan. Cukup lama saya bekerja di perusahaan pertambangan, mulai dari pekerja biasa, lalu pengawas, supervisor, kabag produksi dan sebagai trainer atau instruktur alat berat. Saya mengundurkan diri dari tempat bekerja itu tahun 2014 silam,”ujarnya saat diwawancari teraslampung.com di kediamannya, Selasa (5/10/2021) siang kemarin.

Setelah berhenti bekerja di pertambangan, dengan bakat seninya ini Ia pergi ke Jawa selama dua minggu untuk mencari inspirasi dengan menemui seniman-seniman seni lukis menggunakan cat. Saat pulang ke Lampung, ia belum menggeluti seni rupa string art melainkan dunia weding seperti membuat gebyok, sketsel, dekorasi ukir untuk pengantin (Poade) menggunakan bahan spon selama enam bulan.

Mulai tertarik dan menekuni seni rupa string art ini, kata Mbah Surip, setelah ia melihat karya seni rupa string art dari seorang seniman asal Inggris bernama Debby Smith yang sebelumnya seorang desaianer pakaian melalui kanal youtube. Berawal dari itulah, menjadi titik ketertarikan dirinya mengulik lebih jauh dan menekuni seni rupa string art tersebut.

“Kalau menggambar, memang sudah lama saya menyukai seni. Namun baru fokusnya membuat seni rupa string art ini tahun 2016, setelah melihat karya dari Debby Smith. Sejak saat itulah saya mendalami seni rupa string art menggunakan benang dan paku sebagai medianya, karena bagi saya seni rupa string art ini langka dan juga unik,”ucapnya.

Dari situlah ia mencoba menghubungi Debby Smith melalui chatt messenger facebook pada Mei 2016, empat hari kemudian chatt itu dibalas dan suatu luar biasa chattnya ternyata direspons oleh seorang maestro string art dunia dari luar negeri. Setelah itu, komunikasi terus berlanjut. Diakuinmya, saat itu sempat menjadi penghambat dirinya karena keterbatasan komunikasi menggunakan bahasa inggris.

“Untuk bisa berkomunikasi, saya gunakan google translate dan lainnya. Dari situlah saya diajari tahap demi tahap pembuatan seni rupa string art dari gambar yang dikirimkan ke Debby Smith melalui inbok messenger. Sekitar dua bulan saya belajar dengan Debby Smith,”kata dia.

Pada saat itu, ia berusaha membuat konsep dan karya pertamanya dalam seni rupa string art membuat sketsa wajah Putri Indahsari Tanjung dengan ukuran 60×1,20 meter. Untuk membuat gambar itu, sekitar 6.000 paku dan 5 rol besar benang wol yang digunakan. Proses pembuatan string art kali pertama itu, yakni selama satu bulan.

“Jadi hasil karya string art pertama saya itu saya coba konfirmasikan ke Debby Smith, ternyata benang wol yang saya gunakan kurang tepat dan benang yang diminta lebih halus. Saat itu saya coba berfikir, lalu saya coba pakai benang jahit dan hasilnya memang berbeda. Ternyata direspon baik dan kata dia (Debby), benar pakai benang halus (jahit) ini,”cerita suami Sumirah ini.

Selanjutnya, Ia terus belajar dari peggiat seni string art dunia. Hingga akhirnya Ia bergabung di group facebook di tujuh komunitas seni rupa string art dunia, seperti String Art Fun memiliki anggota 10.150 orang dan String Art Patterns beranggotakan 17.028 orang. Teman-teman seniman string art dunia ini terus mensuport dirinya, bahkan tidak lagi melalui messenger tapi melalui group WhatsApp string art dunia.

“Paling banyak di grup Facebook dan WhatsApp itu seniman-seniman dari luar negeri semua, kalau di Indonesia sendiri seniman benang string art ini ada sekitar 10 orang termasuk saya salah satunya. Tapi untuk di Lampung, hanya saya sendiri penggiat atau yang mengawali seni rupa string art ini,”bebernya.

Sejak tahun 2016 inilah dirinya mulai menekuni seni rupa string art, begitu ditekuni tidak ada standarasi untuk bahan begitu juga alat yang digunakan. Sementara bahan untuk membuat seni rupa string art ini sendiri sangat mudah didapatkan, seperti paku, benang jahit (ragam warna), tripleks, lem, kain oskar dan kain kanhar (kamprat). Saat membuatnya, bisa menggunakan paku yang mengikuti alur pembuatan pola atau juga menaruh rangkaian paku di sekililingnya.

Karena ketertarikannya dalam seni rupa string art, Mbah Surip terus membuat karya seni tersebut hingga sekarang ini. Sejak dari itulah, sekitar 200-an lebih karya seni rupa string art yang sudah dibuat oleh dirinmya.

“Bentuk lukisan seni rupa string art ini sendiri tergantung dari pesanan yang diminta, seperti bentuk skesta wajah, latar belakang momen acara, mahar perkawinan, dekorasi ruangan dan masih banyak lainnya lagi,”ungkapnya.

Mengenai lama penggarapannya, lanjut Mbah Surip, yakni bervariatif tergantung dengan ukuran dan motif lukisan atau seni rupa yang dibuat. Diperkirakan antara empat hari, satu mingu bahkan sampai berbulan-bulan. Seperti salah satu karya string art proses pengolahan biji kopi yang sudah dibuatnya yakni di El’s Coffee Rostery Bandarlampung.

“Saat membuatnya pun, saya menggunakan JSA (Job Septi Analisis), maksudnya yakni menganalisa suatu bahaya yang akan muncul ketika akan melakukan sesuatu dan ini benar-benar perlu dianalisa mengenai resiko yang akan timbul,”kata pria alumnus STM 2 Mei Bandarlampung ini.

Mbah surip juga menunjukkan karya string art yang dibuatnya dan diberi nama E3 (Eksperimen Edukasi Ekselen). Maksud dan tujuannya E3 ini dibuat, kata Mbah Surip, yakni suatu pembelajaran yang nantinya akan dilakukan satu hari berkarya. Pagi diberikan materi, sore harinya sudah bawa karya dan trail ini belum dilakukan.

“Jadi nanti akan dilakukan bersama kawan-kawan media, jadi wacananya kawan-kawan mdia akan merajut bersama. Bagaimana dia merasakan rajutan dari awal sampai akhir, sorenya sudah bawa karya hasil rajutannya sendiri,”pungkasnya.

Lukisan atau seni rupa string art memang memiliki nilai keindahan tersendiri, karena membutuhkan kretivitas tinggi untuk menciptakan karya seni satu ini. Maka wajar saja harganya pun terbilang mahal, mulai dari ratusan ribu, jutaan bahakn sampai puluhan juta rupiah.

Apa Itu String Art

Mungkin masih banyak kalangan yang belum mengerti atau belum familiar mengenai string art. Apa sih string art itu?

String art merupakan kesenian unik yang terbuat dari susunan paku dan benang yang dibentuk sesuai pola gamnbar atau tulisan dengan menggunakan media papan kayu atau triplek. Ada yang menyebut string art sebagai karya seni tenun benang pada paku yang dipalu dan dibentuk sesuai pola geometris.
Seni rupa yang satu ini, ternyata sudah ada sejak lama.

Awal mulanya, string art dikenal dalam bentuk kurva dari garis lurus. Sekitar tahun 1900-an silam, sosok pertama kali yang memperkenalkan adalah seorang wanita asal Ingris, Mary Everest Boole. Mery menggunakan jahitan kurva sebagai media belajar matematika untuk anak-anak didiknya untuk memahami materi aljabar dan geometri.

Metodei ini, disbeut metode mangajar kurva Bezier. Bahkan Mery menerbitkan sebuah buku berjudul ‘Pholosophy and fun of algebra. Buku tersebut berisi mengenai penjelasan metode pembelajaran menggunakan string art sebagai medianya.

Dari sanalah seni hias string art terlahir. Sejak saat itu, banyak seniman dari berbagai negara melahirkan karya luar biasa dari kerajinan berbahan dasar benang, paku dan kayu ini khususnya di negara Eropa.

String art atau nama lainnya In and thread art, sering digunakan sebagai pajangan dinding. Sementara di Indonesia sendiri, string art juga ada sejak lama. Salah satu seniman terkenal Indonesia dengan karyanya yakni Erwin Setyawan Ibrahim yang sejak tahun 2011 lalu sudah mencintai karya seni string art ini.

  • Bagikan