Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Mediasi Buntu, Tukang Ojek Tradisional Ngotot agar Gojek Hengkang dari Lampung

Mediasi Buntu, Tukang Ojek Tradisional Ngotot agar Gojek Hengkang dari Lampung

419
BERBAGI
Mediasi Pokbal dan Gojek di Pos Lalu Lintas Tugu Adipura Bandarlampung, Senin (15/5/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Upaya mediasi untuk menyelesaikan konflik antara pengemudi ojek online (Gojek) dengan para tukang ojek tradisional yang tergabung Persatuan Ojek Bandarlampung (Pokbal) di Pos Satuan Lalu Lintas di Tugu Adipura, Senin (15/5/2017), tidak mencapai titik temu.

Dalam pertemuan yang difasilitasi Polresta Bandarlampung itu, pihak Gojek dan Pokbal tidak menemukan kata kesepakatan, yakni mengenai larangan bagi para pengendara Gojek dalam mengangkut penumpang di seputaran pangkalan ojek dengan jarak sekitar 50 meter.

Arief dan Albert, perwakilan Pokbal, meminta agar Gojek tetap hengkang dari Lampung. Apalagi selaku pimpinan dari Gojek sendiri, tidak hadir dalam pertemuan tersebut sesuai permintaan Pokbal.

Pantaun teraslampung.com di Pos Lalu Lintas Tugu Adipura, dalam pertemuan antara pihak Pokbal dan Gojek tak jarang saling silang pendapat dan adu mulut.

Karena tidak ada kesepakatan, mediator dari Polresta Bandarlampung,  Iptu Anis dan Ipda Jahtera, meminta kedua belah pihak untuk melakukan pertemuan langsung dengan Kapolresta Bandarlampung.

Upaya mediasi yang dilakukan Polresta Bandarlampung ini merupakan tindak lanjut dari aksi kekerasan yang dilakukan para tukang ojek terhadap pengemudi Gojek pada Minggu siang (14/5/2017). Para tukang ojek tradisional mengklaim mereka melakukan aksi itu karena pengemudi Gojek lebih dulu melakukan tindakan kekerasan terhadap pangkalan ojek.

Loading...