Beranda Hukum Kriminal Melawan Saat Hendak Ditangkap, Begal Pembunuh Ustaz Supian Didor Polisi

Melawan Saat Hendak Ditangkap, Begal Pembunuh Ustaz Supian Didor Polisi

614
BERBAGI
Tersangka perampas sepeda motor dan pembunuh Ustad Supian saat gelar perkara, Senin, 11 Agustus 2014. (Teraslampung.com/Zaenal Asikin)

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Tim buru sergap (buser) Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung meringkus Kristian Budiantoro (27), warga Tanjungsari, Lampung Selatan, Minggu (10/8) di Pegunungan Linggapura, Selagai Lingga, Lampung Tengah.

Kristian diduga kuat sebagai salah satu dari empat pelaku pembegalan terhadap Uatad Supian Sauri (50). Dalam pembegalan yang dilakukan pada Selasa (20/5) lalu sekitar pukul 01.20 WIB di Jl. Raya Suban, Kelurahan Way Laga, Panjang, Bandarlampung itu Ustad Supian tewas dengan lima tusukan.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Dwi Irianto, mengungkapkan, politisi menembak paha Kristian karena saat akan ditangkap mencoba melawan anggota dengan mengancam menggunakan senjata api rakita.

Menurut Kapolresta, tersangka merupakan eksekutor yang membunuh Ustad Supian saat dia bersama beberapa kawannya merampas motor Ustad Supian. Tersangka ditangkap setelah polisi berhasil meringkus terlebih dahulu penadah motor hasil perampasan.

“Dia ini (Kristian-Red) yang menghabisi nyawa korban Ustad Supian dengan lima tusukan di bagian dada dan perut. Setelah itu, tersangka yang membuang korban ke bawah tebing jurang. Dalam pelariannya sekitar tiga bulan, tersangka melarikan diri dan bersembunyi di wilayah Pringsewu,” kata Dwi Irianto kepada wartawan, Senin (11/8).

Kapolresta mengatakan, kasus perampasan kendaraan bermotor yang terjadi pada 20 Mei 2014 itu  mengakibatkan korban Supian meninggal dunia dilokasi kejadian. Tiga pelaku lainnya, yakni RD (35), KPL (18) dan CGH (30) yang kini masih buron (DPO).

“Tiga pelaku lainnya sudah diketahui identitasnya, dan kini dalam pengejaran petugas. Ketiga orang itu diduga yang telah membantu Kristian dalam melakukan aksi pembegalan,” tutur dia.

Dalam penangkapan Kristian, polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver, 11 butir amunisi, satu unit motor Honda Revo, dan satu unit Yamaha Vega.

“Kini tersangka berikut barang buktinya sudah kami amankan di Mapolresta Bandarlampung guna penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan tersangka, menurut Kapolresrta Dwi Irianto, sepeda motor korban dijual tersangka di daerah Lampung Timur seharga Rp1,8 juta. Uang hasil penjualan motor tersebut telah habis dibagi bersama ketiga rekannya.

Menurut Kapolresta, setiap menjalankan aksinya, tersangka bersama ketiga rekannya  menggunakan senjata api rakitan.  Komplotan Kristian Cs ini tidak segan-segan untuk melukai korbannya. Sementara untuk senjata api rakitan tersebut, milik rekannya bernama Muksin warga Dusun Cilacap, Tanjungsari, Lampung Selatan.

Menurut Dwi, tersangka Kristian sudah 15 kali melakukan aksi curas dan curat diwilayah hukum Polresta Bandarlampung. Beberapa sepeda motor hasil kejahatan dijual di berbagai tempat dengan harga berkisar Rp1,5-3 juta.

Selain di Bandarlampung, Kristian CS melakukan aksi kriminal di Lampung Selatan dan Jakarta. Sebelum ditangkap, belum lama ini tersangka juga melakukan pembegalan di Kota Metro.

Dipaparkan Dwi, kejadian pembegalan terhadap Ustadz Supian Sauri (50) terjadi saat korban hendak pulang bersama seorang rekannya usai mengikuti pengajian di Telukbetung Barat, Bandarlampung. Korban pulang menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Sporty warna merah Nopol BE 3457 BN melintas dijalan Raya Suban, Kelurahan Way Laga, Panjang. Saat di perjalananan korban dihadang tersangka Kristian dan ketiga orang rekannya dengan mengendarai dua sepeda motor.

“Salah satu pelaku menodongkan senjata api  ke arah korban setelah menabrakkan motornya ke korban hingga terjatuh. Karena korban melakukan perlawanan, pelaku Kristian menusukkan pisau berkali-kali ke tubuh korban hingga korban tewas di lokasi kejadian. Sebelum membawa kabur motor milik korban, tersangka Kristian membuang korban ke tebing jurang,” ujarnya.

Tersangka Kristian akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP pencurian dengan kekerasan dan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Berita Terkait: Pulang Pengajian, Seorang Ustad Ditusuk Begal Hingga Tewas

Loading...