Melenceng dari Target, APBD Lampura 2020 Hanya Rp1,6 Triliun

  • Bagikan
Bupati Budi Utomo dalam sidang paripurna Raperda Tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2020, Senin (7/6/2021).
Bupati Budi Utomo dalam sidang paripurna Raperda Tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2020, Senin (7/6/2021).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Dari total target Rp1.888.974.386.304,00, besaran perolehan riil anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung Utara tahun 2020 ‎ternyata hanya sebesar Rp1.662.256.224.273,15‎. Dengan demikian, terdapat sekitar Rp226-an miliar anggaran yang melenceng dari target.

Sebelumnya, pada Jumat sore (29/11/2019)‎, DPRD dan Pemkab Lampung Utara menandatangani nota kesepakatan RAPBD tahun 2020. Kala target perolehan APBD diasumsikan akan mencapai Rp1.888.974.386.304,00‎.‎

Selain melenceng jauh dari target, besaran perolehan riil APBD tahun anggaran 2020 ini juga jelas ‎sangat menurun jika dibandingkan dengan total perolehan APBD tahun 2019 sebesar Rp1.775.731.796.783,96 atau menurun sekitar Rp113 Miliar.

Menariknya, Bupati Budi Utomo ternyata tidak menyebutkan secara rinci berapa total riil APBD tahun 2020 dalam sidang paripurna dengan agenda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2020 di gedung DPRD Lampung Utara, Senin (7/6/2021). Yang disebutkannya hanyalah target dan persentase besaran perolehan APBD tanpa menjelaskan secara detil berapa nilai riil APBD yang didapat.

“Pendapatan daerah Lampung Utara tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp1.732.810.552.734,00, ‎terealisasi sebesar 95,93 persen,” kata dia di hadapan peserta sidang paripurna.

Nilai riil APBD yang dikatakan mencapai 95.93 persen baru diketahui Teraslampung.com setelah sempat melihat dokumen Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2020 dari sumber tepercaya. Ternyata besaran perolehan riil APBD itu hanya sebesar Rp1.662.256.224.273,15‎.

BACA JUGA:   HUT ke-74 RI, Ini Pesan Bupati Lampung Utara untuk Generasi Muda

‎Yang lebih menariknya lagi, ternyata hanya realisasi riil APBD saja yang tidak disebutkan secara detil oleh orang nomor satu di Lampung Utara ini. Mulai dari Pendapatan Asli daerah, Dana Perimbangan, Lain – lain pendapatan yang sah hingga pembayaran pokok hutang disebutkannya secara detil baik target maupun realisasi yang didapat.

Dalam sambutannya itu, Budi Utomo menyebutkan besaran pendapatan daerah di antaranya target PAD adalah Rp131.271.608.713, 00 dan terealisasi sebesar Rp108.672.849.291,57. PAD itu terdiri dari pendapatan pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, lain – lain PAD yang sah.

Dari Rp24.098.437.582,00 yang ditargetkan dari pendapatan pajak daerah, anggaran yang terealisasi sebesar Rp25.268.406.158,00. Untuk hasil retribusi daerah yang ditargetkan Rp1.498.875.000,00, anggaran yang terealisasi sebesar Rp1.889.950.473,00. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ditargetkan Rp7.672.722.054,00, anggaran yang terealisasi sebesar Rp9.378.587.983,13. ‎Lain – lain PAD yang sah hanya terealisasi sebesar Rp72.135.904.677,44 dari target sebesar Rp98.001.574.077,00.

BACA JUGA:   Polres Lampura Masih Tunggu LPJ Pengelolaan Anggaran Kecamatan Kotabumi Utara

Kemudian, besaran dana perimbangan yang awalnya ditargetkan sebesar Rp‎1.144.285.011.419,00, yang terealisasi hanya sebesar Rp1.122.166.136.758,00. Dana perimbangan ini terdiri dari bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak. Bagi hasil pajak yang ditargetkan sebesar Rp17.179.977.358,00 dan terealisasi sebesar Rp16.752.561.151,00. Sementara bagi hasil bukan pajak sebesar Rp8.544.596.061,00 dan terealisasi hanya sebesar Rp7.488.826.210,00.

Kemudian, dana alokasi umum ditargetkan sebesar Rp‎888.494.843.000,00 dan terealisasi sebesar Rp880.015. 613.000,00. Dana alokasi khusus ditargetkan sebesar Rp230.065.595.000,00 dan terealisasi hanya sebesar Rp217.909.136.397,00.

Selanjutnya, transfer pemerintah pusat lainnya, yaitu dana penyesuaian dan otonomi khusus sebesar Rp256.307.116.000,00 dan terealisasi sebesar Rp256.307.115.087. Dana transfer pemerintah provinsi ditargetkan sebesar Rp116.850.419.602,00 dan terealisasi sebesar Rp92.439.261.617,63.

Dana transfer pemprov itu terdiri dari pendapatan bagi hasil pajak yang ditargetkan sebesar Rp‎95.278.145.800 dan terealisasi sebesar Rp60.196.668.985,63. Lalu, pendapatan bagi hasil pajak lainnya ditargetkan sebesar Rp21.572.270.802,00 dan terealisasi sebesar Rp32.247.592.632,00. Selanjutnya, lain – lain pendapatan yang sah ditargetkan sebesar Rp84.096.400.000,00 dan terealisasi hanya Rp82.670.861.318,90.

“Kami harap pada rekan – rekan legislatif untuk terus bersinergi, memberikan masukan yang sifatnya membangun untuk kemajuan Lampung Utara. ” ‎harap Budi Utomo.

  • Bagikan