Beranda Hukum Kriminal Membegal Pelajar SMP, Dua Buruh Tebang Tebu PT GPM Dibekuk Polisi

Membegal Pelajar SMP, Dua Buruh Tebang Tebu PT GPM Dibekuk Polisi

288
BERBAGI
Ando Andista (21) dan Dudis Saputra Jaya (18) buruh penebang tebu di PT. Gula Putih Mataram (PT. GPM) yang dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Seputihmataram, Lampung Tengah.
Ando Andista (21) dan Dudis Saputra Jaya (18) buruh penebang tebu di PT. Gula Putih Mataram (PT. GPM) yang dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Seputihmataram, Lampung Tengah.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG TENGAH –– Ando Andista (21) dan Dudis Saputra Jaya (18) yang bekerja sebagai penebang tebu di PT. Gula Putih Mataram (PT GPM), dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Seputihmataram, Lampung Tengah karena terlibat pembegalan terhadap korban pelajar SMP. Polisi menangkap kedua pelaku di Bedeng TS Baru PT. GPM, Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, pada Rabu 29 Agustus 2018 lalu.

Kapolsek Seputihmataram, Iptu Setio Budi Howo mengatakan, petugas berhasil menangkap kedua pelaku begal, Ando dan Dudis yang kesehariannya bekerja sebagai buruh penebang tebu di PT. Gula Putih Mataram (PT. GPM) di tempat tinggalnya di Bedeng TS Baru PT. GPM, Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, pada Rabu 29 Agustus 2018 lalu.

“Saat penangkapan kedua pelaku, petugas dibantu dengan Satpam PT. GPM. Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa dua stel pakaian dan sembako yang dibeli kedua pelaku dari uang hasil penjualan motor milik korban,” ujarnya, Jumat 31 Agustus 2018.

Selanjutnya kedua pelaku dan barang bukti yang disita, dibawa ke Mapolsek Seputihmataram untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Iptu Setio Budi Howo mengungkapkan, penangkapan pelaku Ando dan Dudis tersebut, berdasarkan atas laporan korban seorang pelajar SMP, Vanisa Virgi Salsabila (13), warga Bedeng TS Baru PT. GPM, Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram yang tertuang dalam laporan polisi nomor: LP/360-B/VIII/2018/Lpg/Res Lamteng/Polsek Semat, tanggal 26 Agustus 2018.

“Akibat kejadian itu, korban harus kehilangan sepeda motor Yamaha Z warna hitam silver BE 2857 GX miliknya setelah dirampas oleh kedua pelaku saat jatuh tersungkur di jalan akibat ditendang para pelaku tersebut,”ungkapnya.

Aksi pembegalan tersebut, kata mantan Kanit Reskrim Polsek Tanjungbintang, Lampung Selatan ini, dilakukan kedua pelaku di Jalan Perkebunan Tebu Area Perak BS 2/10 PT. GPM, Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram. Ando dan Dudis, melancarkan aksinya saat korban Vanisa sedang mengendarai motor berjalan beriringan bersama dua orang teman sekolahnya, Suci Novita (13) dan Devi Ramadani (14) yang hendak berkunjung ke rumah temannya di Housing II PT. GPM.

“Kedua pelaku yang berboncengan sepeda motor Honda Beat warna merah, langsung menendang korban hingga jatuh tersungkur dijalan dan mengalami luka-luka. Saat itulah para pelaku merampas motor korban, dan melarikan diri membawa motor korban menuju ke arah perbatasan PT. GPM dan PT. GMP,”jelasnya.

Iptu Setio Budi Howo mengutarakan, berdasarkan keterangan kedua pelaku, sepeda motor dari hasil kejahatannya itu telah dijual sebesar Rp 2 juta kepada temannya sesama buruh penebang tebu di PT. GPM yang berdomisili di daerah Padang Cermin, Pesawaran. Sementara uang hasil penjualan motor, dibagi rata dan sudah dihabiskan kedua pelaku untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Setelah mendapat informasi dari pelaku, lanjut Kapolsek Seputihmataram ini, saat itu juga petugas langsung mencari keberadaan pelaku pendah barang hasil curian tersebut yang tinggal di Bedeng PT. GPM. Namun setibanya dilokasi, pelaku sudah tidak ada lagi dan saat ini pelaku yang sudah diketahui identitasnya tersebut masih dalam pencarian petugas.

“Kasusnya masih kita kembangkan, untuk mengungkap dugaan adanya TKP lain yang dilakukan oleh kedua pelaku dan mencari keberadaan pelaku pendah barang hasil curian tersebut bersama sepeda motor korban,”terangnya.

Akibat perbuatannya, pelaku Ando dan Dudis harus mendekam di jeruji besi sel tahanan Mapolsek Seputihmataram. Keduanya dijerat Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dan kekerasan, dengan ancaman hukuman pidana penjara 12 tahun.

Loading...