Beranda News Anakidah Memeras Remaja Pacaran, Pol PP Gadungan Dibekuk Polisi

Memeras Remaja Pacaran, Pol PP Gadungan Dibekuk Polisi

564
BERBAGI
Tersangka Arif saat diperiksa polisi di Polsek Kedaton
Tersangka Arif saat diperiksa polisi di Polsek Kedaton

Zainak Asikin| Teraslampung.com

Bandarlampung—Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kedaton menangkap Abdul Arif (25), pelaku pemerasan yang mengaku sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja, di Jalan Soekarno-Hatta, Bandarlampun, Rabu malam (3/4/2014).

Arif ditangkap karena melakukan pemerasan terhadap pasangan kekasih yang sedang pacaran di dalam mobil, yaitu  DY (18) pelajar SMA warga Jalan Ryacudu Gang Pembangunan, Kelurahan Waydadi Sukarame Bandarlampung dan  MR (19) mahasiswa, warga Jalan Griya Murni, Kelurahan Way Halim Permai Sukarame Bandarlampung.

Kapolsek Kedaton Kompol Hepi Hasasi melalui Kasi Humasnya Ipda Nida Sari Daulay mengatakan, tersangka Arif ditangkap berdasarkan laporan MR yang menjadi korban pemerasan. Atas dasar tersebut, polisi bersama MR pada malam itu sekira pukul 23.15 WIB datang kelokasi  yakni didepan Gedung Bagas Raya (taman Hutan Kota) Perumnas Wayhalim dan lansung melakukan penangkapan terhadap tersangka Abdul Arif. Sementara salah seorang tersangka berhasil kabur terlebih dahulu.

“Tersangka Arif memeras bersama seorang rekannya berinisial A saat ini belum tertangkap masih buron (DPO). Modus tersangka memeras korban, keduanya mengaku dengan berpura-pura sebagai petugas Polisi Pamong Praja,” kata Nida kepada wartawan, Kamis (3/4).

Nida memaparkan, pada Minggu (30/3) sekira pukul 20.30 WIB korban DY janjian ketemu dengan pacarnya MR di depan Gedung Bagas Raya (Taman Hutan Kota) Perumnas Wayhalim, DY datang dengan menggunakan mobil Honda Jazz warna merah dan memarkirkan mobilnya. Setelah 15 menit kemudian MR datang menggunakan mobil Toyota Avanza dan memarkirkan mobilnya di belakang mobil Honda Jazz milik DY.

Ketika kedua korban sedang mengobrol di dalam mobil,  kedua pelaku ini mendatangi korban dengan mengetuk kaca mobil mengaku sebagai anggota Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang bertugas menjaga keamanan di lokasi tersebut.

Setelah pintu mobil dibuka oleh MR, kedua pelaku masuk ke dalam mobil dan mengancam serta menakut-nakuti korban akan dibawa ke Polsek dan diberitakan di koran dengan tujuan agar korban minta untuk damai. Pelaku berpura-pura menanyakan identitas korban dan surat kendaraan korban, sehingga diberikanlah dompet milik kedua korban kepada pelaku.

“Kedua tersangka itu meminta sejumlah uang kepada korban sebagai uang damai, jika tidak memberikan uang, kedua tersangka mengancam akan membawa pasangan kekasih itu ke polsek,” tuturnya Nida.

Saat dompet diserahkan, kata Nida, Pol PP gadungan itu meminta uang damai sebanyak Rp1,5 juta. Korban menolak karena hanya memiliki uang Rp250 ribu. Pelaku menyuruh korban untuk mengusahakan sisanya sebesar Rp1,2 juta dan membiarkan keduanya pergi.

Sebagai jaminan kedua KTP korban ditahan pelaku, sambil menunggu kekurangannya di tempat kejadian perkara. Pada malam itu juga korban pergi dengan alasan mencari kekurangannya, namun bukan mencari uang kekurangan, tetapi melaporkan ke Polsekta Kedaton.

“Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kedaton untuk meminta perlindungan, dan korban datang ke TKP bersama aparat Polsek Kedaton. Sekitar pukul 23.15WIB, satu orang pelaku dapat diamankan dan dibawa ke Polsek Kedaton untuk penyidikan lebih lanjut.

Akibat ulahnya, tersangka di jerat dengan Tindak Pidana Pemerasan sebagai mana di maksud Pasal 368 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tandasnya.

Di hadapan penyidik pelaku Arif mengaku, diajak oleh Ari (DPO) melakukan pemerasan terhadap dua korban. “Saya lagi nongkrong sama Ari di hutan kota, terus ada dua mobil kearah gedung bagas raya. Lalu, Ari menghampiri mobil itu lalu mengetok kaca mobil. Posisi saya duduk diatas motor, lalu dipanggil sama dia (Ari). Saya tidak tahu maksud dan tujuannya apa,” kata Arif.

Arif mengaku, dia dan Ari masuk mobil tersebut dan Ari minta uang Rp 1,5 juta. “Yang punya ide itu Ari (kini buron). Saya hanya disuruh menggeledah. Yang disuruh menunggu ambil uangnya juga saya, akhirnya saya ketahan dan Ari kabur,” jelasnya pria yang kesehariannya penjual pulsa itu.

Loading...