Menag Melantik Rektor IAIN Jambi

Bagikan/Suka/Tweet:
Pelantikan Rektor IAIN Jambi, di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Senin (5/10/2015)

JAKARTA–Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melantik Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Dr. Hadri Hasan, M.A. Pelantikan dilakukan di ruang operasional Gedung Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, Senin (5/10).

Dalam sambutannya, Menag mengatakan agar para rektor Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTAIN) wajib mengedepankan tiga hal, yakni mutu pendidikan, kualitas dosen dan citra perguruan tinggi sebagai lingkungan akademik yang meliput nilai-nilai ilmu pengetahuan agama dan moral dalam mengembangkan PTAIN.

Berkaitan dengan itu, Menag menyampaikan agar rektor dan seluruh unsur di PTAIN lebih dekat dengan mahasiswa sehingga bisa lebih memahami aspirasi dan dinamika mahasiswa selaku elemen penting di kampus.

“PTAIN harus selalu mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi umat dan bangsa dewasa ini, dan kiprah kampus dan alumninya diharapkan dapat memberi kontribusi nyata bagi keunggulan IAIN.

“PTAIN seharusnya dapat memancarkan dan meneladankan nilai-nilai islam yang diaktualisasikan dalam dimensi sosial, seperti semangat harmoni, keramahan sosial serta komitmen pada misi besar islam sebagai agama yang membentuk peradaban,” tambahnya.

Bahkan setiap IAIN, UIN dan STAIN terang Menag, perlu mengoptimalkan pengembangan pusat-pusat kajian, karena menurut Menag, penelitian dan pengabdian masyarakat dapat diandalkan menjadi think-thank dan center of excellent yang memberi sumbangsih nyata bagi pembangunan mental dan karakter bangsa untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya.

“PTAIN wajib memiliki ruh dan leadership yang didasarkan pada nilai-nilai yang tumbuh di dunia akademis, yakni senenatiasa berbasis pada ilmu pengetahuan, kejujuran, keterbukaan dan tanggung jawab serta menegakan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin,” ucap Menag.

Sisi lain yang tidak kurang penting menurut Menag, adalah reformasi birokrasi, baik yang menyangkut penataan organisasi, perbaikan tata kelola, maupun penguatan SDM dan budaya kerja. Dalam kaitan itu juga Menag meminta kepada rektor IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menerapkan prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik dan sesuai perundang-undangan.

Dalam pengembangan PTAIN dalam hal ini IAIN, UIN maupun STAIN, Menag mengajak seluruh komponen PTAIN agar tidak boleh melupakan cita-cita awal berdirinya (PTAIN) sebagai tonggak perjuangan pendidikan umat islam dalam mengisi kemerdekaan.

“Dalam era kompetisi sekarang, kita harus selalu meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga dosen dan tenaga administrasi dalam penyelenggaraan pelayanan perguruan tinggi yang prima,” kata Menag.

sumber: kemenag.go.id