Beranda Iklan Advetorial Menaja Festival untuk Geliatkan Pariwisata Ala Pemkab Lampung Timur

Menaja Festival untuk Geliatkan Pariwisata Ala Pemkab Lampung Timur

150
BERBAGI
Festival Way Kambas 2017

TERASLAMPUNG.COM

— Jumlah hari dalam setahun ada 365-366. Namun, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menjadwalkan ada 101 festival sepanjang tahun 2018. Artinya,hampir setiap tiga hari sekali ada festival yang digelar di kabupaten yang berjuluk Bumei Tuah Bepadan itu.

Pada berbagai kesempatan,Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengatakan bahwa salah satu cara agar tempat pariwisata di Lampung Timur dikunjungi banyak orang adalah dengan menggelar festival yang kreatif.

“Festival tidak harus berbiaya mahal. Yang terpenting adalah masyarakat tahu manfaatnya sehingga mau terlibat dan bergotong royong,”  katanya, di sela-sela acara Festival Way Kambas pada 2017 lalu.

Pernyataan itu kembali diulangi Bupati  Chusnunia saat membuka sejumlah festival pada Januari hingga Juli 2018.

Bupati Chusnunia mengatakan, 101 Festival Wisata yang digelar Pemkab Lampung Timur pada tahun 2018 merupakan sarana promosi potensi wisata sekaligus menumbuhkan perekonomian warga sekitar.

Jumlah yang mencapai seratusan itu berarti meningkat hampir lima kali lipat dibanding pada 2017 yang berjumlah 27 festival. Dibandingkan dengan kabupaten atau kota di mana pun di Indonesia, barangkali Lampung Timura adalah paling banyak menggelar festival.

“Ada 101 paket Festival Wisata 2018 ini yang diluncurkan Pemkab Lampung Timur tujuannya untuk mempromosikan potensi wisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Bupatin Chusnunia Chalim ketika membuka Festival Buah Naga pada 27 Juli 2018.

Kengototan Bupati Chusnunia untuk menggelar banyak festival memang bukan tanpa alasan. Belajar dari tahun 2017 dengan 27 festival, ternyata pada tahun itu menurut data Dinas Pariwisata Lampung Timur ada 506.158 wisatawan.

Festival wisata dalam kalender wisata 2018 Pemkab Lampung Timur, di antaranya Festival Yoga, Cempaka Nuban, Motor Antik, Bandar Sribhawono, Ogoh-ogoh dan Balaganjur, Gondang Rejo, Wonokarto.

Lalu Festival Mekhanai, Petualangan Motor Cross, Panen Padi, Olahraga dan Seni, Tasyakuran Laut dan Kuliner, Jambore PNF, Hip Hop, Kicau Burung, Sri Gading, Gebyar Desa, Sukadana Ilir, Tari Kreasi Lampung, Way Curup, Ngabuburit, Senam Bersama, Kuliner, Da’i Cilik, Tari Bedana, Sumber Hadi, Gebyar Wisata Mudik,  Festival Kuda Lumping, Adventure Motor.

Kemudian Festival Labuhanratu III, Minjau Mighul, Petik Lada, Giri Mulyo, Gua Pandan, Lampung Timur BMX, Membaca, Kedaton II, Agro Expo, Tari Bali, Buah Naga, Musik, Gestrek Mataram Baru, Grafity Islamik, Sehat Purwodadi Mekar, Seruit Lampung Timur, Dayung Way Bungur, Lampung Timur Idol, Hijau Tanam 1.000 Pohon.

Festival Donomulyo, Layang-layang, Margosari dan Margototo, Tangkap Bebek, Sumur Tujuh, Karnaval Iduladha, Kain Tradisional, Inovasi Teknologi Daerah, Tani Makmur, Tritunggal, Elephant Camp, Girikarto, dan Masak Sayur.

Festival Bulan Bakti Bayar Pajak

Tentu saja, tidak semua festival itu akan menarik bagi wisatawan luar Lampung. Sebab itu, meskipun memiliki banyak festival, Pemkab Lampung Timur paling konsentrasi penuh saat menggelar Festival Way Kambas. Maklum, Festival Way Kambas sudah lebih dulu dikenal secara nasional dan internasional.

Festival Way Kambas XVIII/2018 akan digelar pada 9 – 11 November mendatang. Panitian  memperkirakan puluhan ribu orang akan menyaksikan festival tahunan itu.

Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab Lampung Timur, Mudjianto, Festival Way Kambas 2018 sudah menggunakan logo atau maskot baru,yakni gajah dan badak. Dua satwa liar langka itu selama ini menjadi penghuni Taman Nasional Way Kambas.

“Gajah melambangkan kekuatan, ketegaran, kecerdasan, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Badak merupakan ikon Kabupaten Lampung Timur yang melambangkan keberanian dan tekad yang kuat membangun daerah Lampung Timur. Pohon berdaun lebat merupakan simbol kawasan konservasi, kemakmuran dan kesejahteraan buat masyarakat,” kata Mudjianto.

ADVETORIAL

Loading...