Beranda Teras Berita Menangkap Bandar Narkoba, Polisi Justru Dikeroyok Sekelompok Massa di Desa Muarajaya

Menangkap Bandar Narkoba, Polisi Justru Dikeroyok Sekelompok Massa di Desa Muarajaya

1018
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Kapolres Lampung Utara, AKBP. Eko Widianto (di bawah tugu) berusaha menenangkan anggotanya yang tersulut emosinya akibat aksi brutal massa terhadap anggota Kepolisian saat menangkap pelaku yang diduga bandar atau narkoba di Desa Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Rabu (27/5).

Kotabumi--Sekelompok massa mengerook polisi saat hendak menangkap seorang yang diduga sebagai bandar dan pengedar narkoba di Desa Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi, Lampung Utara, Rabu (27/5) sekitar pukul 21:30 WIB. Sejumlah anggota Satuan Narkoba Polres Lampung Utara  dikeroyok secara brutal oleh sekelompok massa di desa tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Teraslampung.com, aksi brutal massa yang mengeroyok, mengejar, serta melempari sejumlah anggota Kepolisian ini berawal saat Satuan Narkoba Polres Lampura diteriaki begal oleh sejumlah orang yang diduga tak terima dengan aksi penangkapan tersebut. Teriakan ini langsung membuat sekelompok massa berhamburan dan mengeroyok para petugas.

Melihat aksi beringas massa, para petugas berusaha menyelamatkan diri. Salah satu petugas yang bernama Riswanto sempat ‘terjebak’ di rumah salah satu penduduk di desa tersebut karena menyelamatkan diri dari aksi brutal massa. Beruntung tak lama kemudian, yang bersangkutan langsung ‘diselamatkan’ oleh Waka Polres, Kompol. Deden Heksa Putra dan anggota lainnya.

Sementara itu, kabar tentang ‘terjebaknya’ salah satu anggota Kepolisian di rumah warga langsung cepat menyebar di kalangan anggota. Alhasil, puluhan anggota pihak Kepolisian merasa terpanggil untuk menyelamatkan rekannya tersebut. Beruntung, Kapolres AKBP. Eko Widianto tiba tepat pada waktunya sehingga dapat mencegah kemungkinan terjadinya aksi balasan dari bawahannya. Puluhan aparat yang berpakaian sipil ini dikumpulkan di depan pos Polisi Pasar Dekon, Kotabumi.

“Apa yang kita lakukan (penangkapan) malam ini, bukan untuk gagah – gagahan, tapi memang itu amanah kita. Kalau memang maunya (masyarakat) seperti itu, jangan ditanggapi dengan emosi,” tegas Eko dihadapan bawahannya.

Sebab, menurut Eko, pihak Kepolisian mempunyai cara dan strategi tersendiri dalam memberantas kejahatan dan bukan melakukan tindakan atas dasar emosi. Meski tak jarang aksi pemberantasan kejahatan khususnya peredaran narkoba membuat gerah sejumlah masyarakat yang merasa terusik ‘bisnis haramnya’.

“Memang selama ini yang kita lakukan bikin masyarakat gerah. Padahal kita capek, bekerja siang – malam untuk membantu masyarakat Lampung Utara,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kabag Ops. Polres, Kompol. M. Syarul A. Rambe menceritakan akibat aksi brutal sekelompok massa itu, sejumlah bawahannya terluka dan dua unit mobil Kepolisian rusak ringan akibat lemparan batu.

“Ada sejumlah anggota kami terluka akibat aksi massa tersebut. Tapi salah satu pelaku (tersangka narkoba) berikut barang buktinya sudah kami amankan dan akan kami tindaklanjuti,” papar dia.

Sementara, Kasat Narkoba Polres, Jhon Kennedy enggan berbicara banyak mengenai identitas pelaku yang diduga tersangkut perkara narkoba tersebut.

“Belum tahu namanya. Tapi pelaku sudah diamankan di Polres,” kata dia.

Loading...