Beranda Teras Berita Mencabuli Anak Kandungnya Sendiri, Armas Ditahan Polisi

Mencabuli Anak Kandungnya Sendiri, Armas Ditahan Polisi

191
BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com 


Tersanngka Armas. (Foto: teraslampung.com)

BANDARLAMPUNG –Polda Lampung menangkap Armas (67), warga Desa Canggu, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya yang masih di bawah umur. Arman ditangkap di sekitar Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung, Senin sore (25/8) saat hendak pulang ke Lampung Barat.

Penangkapan terhadap Armas dilakukan polisi setelah mendapat laporan ibu kandung korban pada Juli 2014. Saat melapor ke Poldam ibu kandung dan tante korba menuturkan, tindakan bejat pelaku dilakukan sejak setahun terakhir.

“Armas sudah mencabuli korban anaknya kandungnya yang masih berusia 10 tahun berkali-kali perbuatan itu dilakukan ayah kandungnya selama setahun. Hal itu juga dikuatkan berdasarkan hasil dari keterangan korban kepada penyidik,” kata Kasubdit Remaja Anak dan Wanita Dirkrimum Polda Lampung, AKBP M. Fauzi, Selasa (26/8).

Menurut Fauzi, kasus tersebut terungkap setelah CN, tante korban, merasa curiga dengan adanya perubahan ditubuh korbani. Lalu korban bersama ibu kandungnya dipanggil untuk datang ke rumah CN.

“Ketika ditanya oleh tantenya, korban mengakui bahwa dia telah dicabuli oleh bapak kandungnya sendiri. Perbuatan itu dilakukannya berkali-kali  yakni sejak korban masih berusia 9 tahun hingga berusia 10 tahun.

Kepada penyidik Arman mengaku pertama menggauli anak kandungnya sendiri pada Juli 2013 lalu sekitar pukul 20.30 WIB di rumahnya. Saat itu korban tidur di dalam kamar bersama tersangka dan salah seorang adik korbam.

“Saat itu juga tersangka Armas dengan melampiaskan nafsu bejatnya. Perbuatan itu dilakukan berkali-kali, baik malam maupun siang hari saat ibu kandung korban tidak ada di rumah. Ia selalu merayu dan mengancam korban saat hendak melakukan pencabulan,” kata Fauzi.

 Tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang perlindungan anak pasal 81 (2), pasal 82 UU No. 23 tahun 2002 dengan ancaman 15 tahun penjara.

Loading...