Beranda Ekbis Bisnis Mencicipi Kelezatan Rezeki Jamur

Mencicipi Kelezatan Rezeki Jamur

845
BERBAGI
Mas
Alina Arifin/Teraslampung.com
Bandarlampung—Di
Indonesia, jamur dahulu mungkin hanya dikonsumsi masyarakat desa. Orang yang
makan jamur pun sering dianggap masyarakat pinggiran dan tidak berkelas.
Sekarang anggapan itu terbalik 180 derajat. 

Kini jamur naik kelas menjadi
makanan favorit di sejumlah hotel berbintang di kota besar. Banyak jenis
makanan olahan berbahan jamur yang kini menjadi daftar menu di
restoran-restoran, terutama restoran menu vegeratian. Antara lain sate jamur,
jamur goreng tepung, sup jamur, pepes jamur, dan keripik jamur. 

Bersamaan
dengan makin banyaknya tempat wisata kuliner di Kota Bandarlampung, Pemda
Provinsi Lampung kini mulai membantu masyarakat Lampung untuk mengembangkan
budidaya jamur, khususnya jamur tiram dan jamur merang. Antara lain dengan
membuat sentra budidaya jamur di kawasan Batuputu—sebuah kawasan pegunungan di
pinggiran Kota Bandarlampung—dan membina petani jamur untuk bisa memasok produk
jamur yang mereka hasilkan ke sejumlah restoran.
“Jangan
remehkan jamur. Membudidayakan jamur itu sangat menguntungkan. Bukan hanya
menguntungkan pelaku budidaya jamur, tetapi juga menguntungkang Provinsi
Lampung yang sedang giat mempromosikan wisata kuliner berbahan baku jamur,”
kata Wakil Gubernur Lampung, Joko Umar Said, saat meresmikan “Restoran L  Jamur
Muhammadiyah di Jalan Sultan Agung Bandarlampung, beberapa waktu lalu.
Selain
membuat  sentra budidaya jamur, Pemprov Lampung juga membantu pemilik
restoran untuk mencarikan mendapatkan modal dari bank. Untuk permodalan, akan
dibantu oleh perbankan yang tertarik untuk mengembangkan budi daya jamur. Bank
akan memfasilitasi para petani dan pengusaha restoran dengan pemberian kredit
lunak.
“Diharapkan
nanti akan banyak restoran di Kota Bandarlampung yang menyuguhkan menu jamur.
Dengan begitu pasti akan memacu produsi dan meningkatkan pendapatan para petani
jamur,” kata Joko Umar Said.
Keripik jamur
Bank
yang sanggup menjalin kerjasama dengan pengusaha restoran dan petani jamur
adalah Bank Syariah Mandiri (BSM) Lampung. Mulyawan, manajer pemasaran BSM
Lampung, mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan para petani maupun
pengusaha dalam hal pembudidayaan jamur.
“Bentuk
kerja sama yang sudah terjalin antara lain adalah bersinergi dengan setiap
pengembangan usaha Muhammadiyah, seperti Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) dalam
hal perkembangan budi daya jamur. Pola yang dilakukan dengan memberikan dana ke
Muhammadiyah untuk nantinya diberikan kepada setiap petani dalam pembudidayaan
jamur,” kata Mulyawan.
Menurut
Mulyawan total biaya pada periode 2009–2010 saja, untuk pembudidayaan jamur di
Kota Bandarlampung Bank Syariah Mandiri sudah mengucurkan dana sebesar Rp10
miliar. Sedangkan untuk Lampung Timur, Metro, Lampung Tengah, dan sebagainya,
BSM juga memberikan bantuan serupa dengan nilai nominal yang berbeda-beda.
Hingga  hingga saat ini dana yang sudah terealisasi mencapai Rp3
miliar–Rp4 miliar.
Di
Lampung sebenarnya sudah ada beberapa petani budidaya jamur. Pelaku usaha
jamur  merang dan jamur tiram di Lampung antara lain terdapat
Tanggamus, Lampung Tengah, Metro, dan Lampung Barat. Namun, skala mereka
relatif masih kecil.  Ada juga beberapa restoran dan rumah makan
pinggir jalan di Bandarlampung yang menyediakan menu jamur. Namun, makanan
berbahan jamur masih kurang dikenal luas oleh masyarakat Lampung. Padahal,
nilai gizi dan hasil yang didapatkan dari budidaya jamur tidaklah sedikit.
“Pelaku
budidaya jamur di Lampung umumnya masih berskala kecil dan berjalan
sendiri-sendiri. Untuk itu, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. menugaskan kami
mengembangkanya agar menjadi besar dan terintegrasi ke dalam sistem ekonomi
kerakyatan yang kreatif sehingga jamur menjadi bernilai ekonomi tinggi dan
menyejahterakan petani,” kata Suryono S.W., mantan tenaga ahli Gubernur
Lampung.
Menurut
Suryono untuk belajar tentang jamur Pemda Lampung sudah mengirimkan puluhan
warga Lampung dan tenaga pendamping untuk ikut pelatihan di budidaya jamur di
Volva Indonesia Yogyakarta. Para peserta mewakili petani jamur, pedagang jamur,
penjual satai jamur, petani di daerah Batuputu, wirausahawan, manajer restoran,
koki, dan fasilitator.
“Para
peserta pelatihan jamur itu sudah sejak awal Januari 2010 lalu praktek
mengembangkan budidaya jamur. Para peserta bersedia menjadi tim pendukung utama
untuk mewujudkan sentra jamur di Batuputu, Bandarlampung, dan menjadi mitra
pengembangan budidaya jamur.. Selain itu, mereka juga siap membangun kerja sama
untuk mengembangkan bibit jamur Volva Indonesia di Lampung.

Secara
umum, jamur termasuk dalam jenis sayuran yang mengandung sedikit sekali protein
dan hidrat arang, seperti halnya kangkung, ketimun, kool, kembang kool, tauge,
sawi. Karena kandungan kalorinya rendah, jamur boleh dimakan sekehendak atau
bebas tanpa memperhitungkan banyaknya.Tentu, jamur yang aman dimakan adalah
jenis jamur yang tidak beracun.
Loading...