Beranda Teras Berita Mencuri Bermodus Pecahkan Kaca Mobil, Pedagang Batu Akik Ditembak Polisi

Mencuri Bermodus Pecahkan Kaca Mobil, Pedagang Batu Akik Ditembak Polisi

252
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya saat menunjukkan serpihan busi yang digunakan tersangka Lukman Heriyanto memecahkan kaca mobil, di Mapolresta, Senin (7/12).

BANDARLAMPUNG-Pedagang Batu Akik, Lukman Heriyanto (33) warga Kampung  Sawah, Tanjungkarang Timur, Bandarlampung tersungkur ditembus timah panas Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, pada Rabu (25/11/2015) lalu. Tersangka Lukman, merupakan spesialis pelaku pencurian pecah kaca mobil. Polisi menangkap tersangka, saat akan melakukan aksi
pencurian di Jalan Pangeran Antasari, Bandarlampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, penangkapan tersangka Lukman, memang sudah menjadi target operasi (TO) selama ini. Petugas terpaksa melumpuhkan Lukman dengan tembakan di kakinya, tersangka berusaha kabur dan melakukan perlawanan pada saat akan ditangkap.

“Lukman ditangkap saat akan melakukan aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang sudah diincar tersangka di Jalan Pangeran Antasari,”kata Dery kepada wartawan, Senin (7/12).

Menurut Dery, polisi menyiya  barang bukti berupa satu buah serpihan busi dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio J BE 3414 BU dari pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjual batu akik di Pasar Koga itu.

“Serpihan busi itu, akan digunakan Lukman untuk memecahkan kaca mobil yang sudah menjadi terget pencuriannya,”kata Dery.

Dery menuturkan, tertangkapnya Lukman saat Tim Tekab 308 sedang melakukan patroli di titik-titik rawan, petugas melihat Lukman yang sudah menjadi TO berada di pinggir Jalan Pangeran Antasari sedang duduk di atas motor.

“Ketika didekati petugas, Lukman langsung melarikan diri. Petugas mengejar tersangka, saat berada disuatu gang tersangka berusaha melawan terpaksa petugas menembaknya,”ungkapnya.

Dari keterangan tersangka, Dery mengutarakan, Lukman mengakui aksi pencurian pecah kaca mobil yang dilakukannya, ada sekitar enam TKP diwilayah Bandarlampung. Tersangka juga, melakukan aksinya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

“Mobil yang menjadi target sasarannya, mobil yang terparkir di pinggir jalan tanda ada pengawasan dan penjagaan dari petugas keamanan (Satpam),”ujarnya.

Lukman beraksi seorang diri, tersangka berkeliling mengendarai sepeda motor untuk mencari target calon korbannya. Begitu didapatkan targetnya, Lukman langsung memecahkan kaca mobil menggunakan serpihan busi. Tersangka lalu mengambil barang-barang berharga milik korban yang ada di dalam mobil.

Beberapa barang milik korban yang pernah diambil tersangka, lanjut Dery, seperti sebuah laptop, telephon genggam dan tas berisi uang senilai Rp 2 juta. Barang-barang berharga itu kemudian dijual dan uangnya dipakai tersangka untuk kebutuhan sehari-hari.

“Pengakuan tersangka, awalnya belajar mecahkan kaca mobil dari temannya berinisial ML. Tersangka juga pernah beraksi bersama ML, setelah menguasai caranya,  Lukman melakukan aksi pencurian sendirian dan langsung sebagai eksekutornya,”terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Loading...