Beranda Pendidikan Mendikbud Serahkan Piagam MoW Kitab Nagarakertagama dan Babad Diponegoro ke Perpustakaan Nasional

Mendikbud Serahkan Piagam MoW Kitab Nagarakertagama dan Babad Diponegoro ke Perpustakaan Nasional

319
BERBAGI
Mendikbud menyerahkan piagam MoW Kitab Negarakertagama dan babad Diponegoro kepada Kepala Perpustakaan Nasional, Senin (25/5/2015). Foto: Ist/dok Kemendikbud
JAKARTA, Teraslampung,com — Ingatan dunia atau Memory of the World (MoW) yang didirikan oleh UNESCO dan dua badan internasional lainnya, yaitu International Federation of Library Association (IFLA) dan International Council of Archives (ICA),
melalui sidang pada tanggal 18 hingga  21 Juni 2013 di Korea Selatan,
menetapkan 54 inskripsi dari puluhan negara sebagai MoW. 
Dalam rilisnya Kemendikbud menyebutkan, dua di antara
yang telah ditetapkan adalah Kitab Nagarakertagama, dan Babad
Diponegoro. Penetapan ini ditandai dengan dikeluarkannya piagam MoW oleh
UNESCO,
Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyerahkan piagam
MoW Kitab Nagarakertagama dan Babad Diponegoro kepada Kepala
Perpustakaan Nasional Sri Sularsih. Penyerahan piagam tersebut
dilaksanakan di Kantor Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin
(25/05/2015).
“Ini
peristiwa penting bagi negara kita, dan atas nama pemerintah kami
ucapkan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras dan keuletannya
sehingga peristiwa ini dapat terjadi,” demikian disampaikan Mendikbud
dalam sambutannya.
Perpustakaan
Nasional (Perpusnas) pada tahun 2008 telah mengusulkan naskah kuno
koleksi Nagarakertagama sebagai MoW. Kemudian diberikan rekomendasi
untuk didaftarkan dalam register MoW pada tahun 2013. Selanjutnya, pada
tahun 2010, Perpusnas kembali mengajukan naskah kuno beraksara dan
berbahasa Jawa, dengan nomor KBG 282 berjudul Babad Diponegoro sebagai
MoW. Hingga akhirnya ditetapkan sebagai Naskah Ingatan Dunia (MoW) pada
bulan Juni 2013.
Keberhasilan
penetapan Kitab Nagarakertagama, dan Babad Diponegoro sebagai MoW tidak
terlepas dari peran Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU)
Kemendikbud. Sejak tahun 2006, telah dibentuk Komite Nasional MoW
Indonesia. Komite MoW Indonesia bersifat koordinatif dengan Komisi
Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU).  
Mendikbud
berharap semoga prestasi tercatatnya kedua naskah tersebut menjadi
awalan yang baik bagi Indonesia untuk kembali memasukan berbagai warisan
dokumenter di Perpusnas sebagai MoW. 
“Ajak generasi muda kita ikut
merayakan keberhasilan ini dan ikut memperjuangkan lebih banyak lagi
warisan dokumenter Indonesia menjadi MoW,” ajak Mendikbud.

Hadir
dalam acara penyambutan piagam yang bertemakan “Memartabatkan Bangsa
Melalui Ingatan 
Dunia “, Komite Nasional MoW Indonesia Bambang, Wardiman
Djoyonegoro, dan Edi Sedyawati, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia
untuk UNESCO (KNIU) Arief Rachman, Kepala Arsip Nasional Mustari Irawan,
Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain, Direktur Jenderal Kebudayaan Kacung
Marijan, dan perwakilan dari kantor UNESCO Jakarta.
Loading...