Beranda Pendidikan Mendikbud Usulkan Siswa SD dan SMP Bersekolah Seharian Penuh

Mendikbud Usulkan Siswa SD dan SMP Bersekolah Seharian Penuh

127
BERBAGI
Mendikbud Muhadjir Effendy (foto: monitorday)

TERASLAMPUNG.COM — Belum genap dua minggu menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mewacanakan pemberlakuan sekolah dengana  sistem “full day school”, terutama bagi sisw SD dan SMP. Menurut Mendikbud, full day school dimaksudkna agar anak tidak sendiri ketika orangtua mereka masih bekerja.

Usulan tersebut sudah disampaikan kepada Wapres Jusuf Kalla. Kabarnya, Kalla menyetujuinya. Namun, wacana itu banyak mendapatkan kritik karena dinilai tidak adil dalam melihat kondisi Indonesia. Sekolah di seluruh Indonesia seolah dianggap sama dengan sekolah maju yang ada di kota-kota besar Pulau Jawa, yang sebagian besar orang tuanya kaya dan sibuk kerja.

“Bapak Wakil Presiden setuju. Namun beliau ada saran proyek percontohan dulu untuk menjajaki,” kata Muhadjir Effendi, di Jakarta, Senin (8/8/2016), seperti dikutip kompas.com.

Menurut Muhadjir bersekolah sepanjang hari sebenarnya sudah dijalankan banyak sekolah, terutama sekolah swasta. Iaa mengaku ide ini berasal dari sekolah-sekolah swasta. Meskipun tidak menjelaskan secara gamblang, publik meyakini sekolah swasta yang dimaksud adalah sekolah-sekolah milik Muhaammadiyah.

Menurut dia, sistem bersekolah sepanjang hari banyak memberikan kesempatan kepada sekolah untuk menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik.

“Bahkan nanti kami ciptakan lingkungan sekolah yang lebih menggembirakan. Kalau perlu ngaji, nanti kami undang ustaz ke sekolah,” kata dia.

Mendikbud mengatakan, sekolah sepanjang hari juga untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di luar jam sekolah.

“Jam pulang sekolah akan disamakan dengan jam pulang kerja sehingga anak didik tidak dilepas begitu saja setelah jam sekolah. Jadi, anak pulang pukul lima sore, orangtuanya bisa jemput. Sehingga anak kita tetap ada yang bertanggung jawab setelah dilepas pihak sekolah,” katanya.

Menurut Mendikbud, jika program itu diterapkan, maka nantinya per minggu  sekolah akan libur dua hari, yakni Sabtu dan Minggu.

“Sehingga, ini akan memberikan kesempatan bagi peserta didik bisa berkumpul lebih lama dengan keluarga,” katanya.

Loading...