Beranda Teras Berita Menembak Keponakan Kapolresta, Bekas Ajudan Bupati Pesawaran Ditahan

Menembak Keponakan Kapolresta, Bekas Ajudan Bupati Pesawaran Ditahan

259
BERBAGI
Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDAR
LAMPUNG –
Usai melakukan gelar perkara, Selasa (13/5), penyidik reskrim
Polresta Bandarlampung langsung menahan Amir Ali, mantan ajudan Bupati
Pesawaran atas dugaan penembakan terhadap Miftahul Hayat (20) yang diketahui
merupakan keponakan Kapolresta Bandarlampung Kombes Dwi Irianto di Jl. Z.A.
Pagar Alam Bandarlampung, tepatnya di depan KFC Labuhan Ratu pada Jumat (9/5)
malam lalu sekitar pukul 23.30WIB.    

Kepala
Satuan Reskim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan kini
tersangka Amir Ali telah mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandarlampung guna
pemeriksaan lebih lanjut.

“Ya
pelaku kini sudah kami tahan,” tutur Dery, Selasa (13/5).

Dery
mengatakan, penahanan tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan gelar
perkara dan pemeriksaan saksi – saksi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
” Penahanan ini dilakukan untuk kelancaran proses pemeriksaan lebih lanjut,”
ujarnya.

Ia
menuturkan, jika pelaku datang menyerahkan diri didampingi ibunya.”Dia (Amir)
datang kesini (polresta) bersama ibunya dan langsung dilakukan pemeriksaan
diruang Unit Kejahatan dan Kekerasan,” kata dia.

Terkait
kepemilikan senjata api jenis air softgun yang digunakan pelaku untuk menembak
korban,  Mantan Kapolsek Natar ini mengatakan sedang dalam
pendalaman.”Kami masih akan mengecek terkait kemepilikan senpi itu.
Informasinya ada izin,” jelas Dery. 

Barang
bukti yang diamankan, kata Dery, satu unit mobil Toyota Rush warna hitam dan
satu pucuk senjata api yang digunakan pelaku Amir.

Dery
menjelaskan, peristiwa penembakan itu terjadi pada Jumat (9/5) sekitar pukul

23.30
WIB di Jalan ZA Pagar Alam, dekat KFC Coffee. Saat itu, Miftahul sedang
mengendarai sepeda motor dari arah Tanjungkarang menuju Rajabasa. Sampai di
Jalan ZA Pagar Alam tepatnya di depan KFC Coffee, Miftahul belok.

Pada
saat belok, motor Miftahul menyenggol mobil yang dikendarai Amir. Keduanya
sempat bertengkar mulut akibat tabrakan kecil itu. Miftahul pun langsung pergi
meninggalkan Amir. Namun, Amir yang merasa persoalan belum berakhir, bergegas
mengejar Miftahul. Tiba-tiba dari dalam mobilnya, Amir mengeluarkan senjata air
softgun dan melepaskan tembakan. Miftahul pun terjungkal dari motornya, setelah
satu peluru mengenai punggung kanannya.

Meski
begitu, Amir juga memberikan pertolongan dengan membawa Miftahul ke Rumah Sakit
Advent. Usai mengantar ke rumah sakit, Amir langsung meninggalkan Miftahul yang
diketahui merupakan keponakan Kapolresta Bandar Lampung Kombes Dwi Irianto.

Sementara itu, terkait dengan ‘U Turn’ atau belokan di depan
KFC Coffee Jl.Z.A. Pagar Alam, sejumlah pemakai jalan tersebut mengaku kawasan
tersebut termasuk paling berhaya di jalur Jl. Pagar Alam – Jl. Teuku Umar. “Mobil
kalau memutar di depan KFC Coffe sering semena-mena dan membuat jalan macet,”
tutur Rosyid, warga Kedaton, Bandarlampung.

Imanudin, warga Kemiling, Tanjungkarang Barat, mengusulkan ‘U Turn’ di depan
KFC Coffe Jl. Pagar Alam sebaiknya dipindah ke tempat yang tidak langsung
berada tepat di depan restoran cepat saji tersebut. “Yang menjengkelkan, banyak
pelanggan bermobil yang hendak masuk ke KFC Coffe dengan seenaknya langsung
memotong jalan,” kata Imanudin.

Loading...