Menengok Uji Praktik SIM D bagi Difabel di Mapolresta Bandarlampung

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kasat Lantas Polresta Bandarlampung, Indra Novianto, S.ik saat memberikan pengarahan kepada Edi Nainggolan (kanan) dan Wawan, dua penyandang difabel saat akan melakukan uji praktik sebagai syarat untuk mendapatkan SIM D, Rabu (24/2/2016).

BANDARLAMPUNG – Satuan Lalu Lintas Polresta Bandarlampung, melakukan uji praktik penyandang disabilitas pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) D, pada Rabu (24/2/2016). Uji praktik SIM D tersebut, khusus untuk penyandang disabilitas (cacat).

Kompol Indra mengatakan, penyandang difabel itu  nantinya melewati tes teori dan tes praktik yang ditempuh. SIM D ini, di khususkan untuk penyandang difabel yang ada di wilayah hukum Polresta Bandarlampung. SIM D juga bisa digunakan untuk kendaraan motor dan mobil. Tapi hanya khusus untuk para penyandang difabel (cacat) saja.

“Ya untuk para penyandang difabel yang ingin membuat SIM D ini, mereka meski harus membawa kendaraan milik pribadinya sendiri,”kata Indra saat meninjau uji praktik kendaraan bagi dua penyandanag difabel, Rabu (24/2/2016).

Menurutnya, yang mebuat perbedaan  SIM D ini, hanya pada saat di praktiknya berkendaranya saja. Difabel harus bawa kendaraan sendiri, kalau prosedurnya, sama saja dengan uji praktes pembuat SIM A, dan C.

Sementara seorang penyandang difabel peserta tes, Wawan Setiawan (44) warga Korpri, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung mengaku sempat grogi saat dilakukan tes  berkendara di lapangan uji SIM Mapolresta Bandarlampung.

“Ya sempat grogi juga, karena banyak orang yang melihat. Awalnya sempat gagal saat mau berbelok, setelah diulang satu kali lagi akhirnya bisa,”ucapnya. Hal senada juga dikatakan oleh Wawan.

  • Bagikan