Beranda Medsos Trending Menentang Kebijakan Pemerintah Soal Pencegahan Virus Corona, Video Walikota Ini Viral di...

Menentang Kebijakan Pemerintah Soal Pencegahan Virus Corona, Video Walikota Ini Viral di Medsos

564
BERBAGI
Walikota Prabumulih, Ridho Yahya

TERASLAMPUNG.COM — Di tengah-tengah gencarnya pemerintah pusat dan sejumlah pemerintah daerah di Indonesia melakukan pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, Walikota Prabumulih, Sumatera Selatan, Ridho Yahya, juga menentang langkah yang dilakukan pemerintah.

Dalam video yang kini viral di media sosial, Ridho mengaku tidak akan meliburkan siswa sekolah. Para PNS juga tetap diminta masuk seperti biasa. Menurutnya, penyakit itu harus dihadapi, bukan untuk ditakuti.

Ketika ditanya soal libur bagi anak sekolah, Ridho Yahya justru balik bertanya,”Aku tanyo sekarang dengan libur sekolah sekarang apakah ada penelitian mengatakan penyakit corona gak katek? Gak ado kan? Ada gak penelitian (yang menyimpulkan) libur anak-anak sekolah penyakit berkurang? Ada nggak? Nggak ado kan? Apo gitu….” kata Ridho, dalam dialek Palembang.

Video itu sendiri sebenarnya sudah beredar sejak 16 Maret 2020 lalu. Sang walikota juga sudah “meralat” ucapannya dengan mengeluarkan kebijakan sekolah libur pada 20 Maret 2020. Namun, seiring dengan makin maraknya kasus virus corona di Indonesia, video tersebut menjadi viral. Jejak digital rupanya tidak bisa hilang begitu saja. Hal itu mungkin karena ucapan Ridho itu berlawanan dengan arus sehingga kontroversial.

Dalam video itu Ridho mengaku  tidak akan meliburkan sekolah dan kantor pemerintah daerah.

“Tidak akan saya liburkan. Kalau ada jaminan jika diliburkan maka corona hilang akan ku liburkan besok. Biasa-biasa saja, tenang, kalau kita libur malah tambah resah masyarakat, kita jamin Prabumulih aman,” katanya.

Dalam video itu Ridho mengaku heran kok pemerintah pusat justru membuat masyarakat resah dengan meliburkan pegawai dan menutup fasilitas umum.

Sejak video itu tersebar luas, Wakil Ketua DPRD Prabumulih, Ahmad Palo, menyayangkan sikap Walikota Ridho Yahya.

“Yang menjadi intruksi pemerintah pusat hendaknya dilakukan di daerah. Misalnya l imbauan memberikan pembatasan dengan kegiatan yang bersifat mengumpulkan masa yang begitu besar atau banyak yang mudah melakukan penularan ke warga lainnya,” kata Palo.

Ucapan Walikota Prabumulih itu tidak hanya disayangkan oleh warga Prabulih. Banyak warganet yang menilai orang nomor satu di Prabumulih itu kebablasan. Apa lagi saat ini sudah banyak warga di berbagai daerah di Indonesia yang meninggal dunia karena virus corona. Di Sumatera Selatan, dua orang meninggal karena virus corona.

“Ini walikota paling aneh di dunia. Kok masih ada ya hari gini walikota seperti ini?” tulis warganet di Facebook.

“Entah apa yg merasuki otaknya bapak ini sampai takabur sekali, semoga dia dirahmat oleh Allah, amiiin…” tulis salah seorang pemilik akun Facebook.

Loading...