Mengaku Anggota TNI, ‘Debt Collector’ CV CWM Ditangkap Polisi

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG-Mengaku sebagai anggota TNI, Rengga Pranata Bin Romli (31) karyawan swasta sebagai Depkolektor CV. Citra Wahana Mandiri (CWM)  warga Jalan P.Singkep Gg.Pala 2, Kelurahan Sukarame Baru, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung ditangkap Tim Tekab 308 Polsekta Sukarame dirumahnya, pada Selasa (27/10) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com, Rengga ditangkap polisi dirumahnya di Jalan Pulau Singkep Gab.Pala 2, Kelurahan Sukarame Baru, Bandarlampung.

Penangkapan tersebut, bahwa adanya seorang depkolektor yang sering mengenakan seragam TNI dan mengaku sebagai sebagai anggota TNI serta diduga memiliki senjata api.

Kapolsekta Sukarame Kompol Marlin Lumban Gaol saat dikonfirmasi teraslampung.com terkait dengan adanya penangkapan tersebut, membenarkan Tim Tekab 308 Polsekta Sukarame melakukan penangkapan terhadap salah seorang tersangka bernama Rengga Pranata.

“Dari penangkapan tersangka Rengga, petugas menyita barang bukti seperti seragam lengkap TNI, senjata mainan laras panjang warna hitam, senjata api mainan jenis revolver dan Lima butir peluru aktif jenis Revolver,”kata Lumban Gaol, Rabu (28/10) malam.

Lumban Gaol menuturkan, Pengungkapan kasus ini berdasarkan informasi dari masyarakat, terkait adanya seorang depkolektor CV. Citra Wahana Mandiri (CWM) yang mengaku sebagai anggota TNI dan sering mengenakan pakaian TNI saat menagih kepada konsumen yang menunggak pembayaran.

“Setelah kami selidiki, ternyata benar kemudian kami melakukan pengintaian selama beberapa hari. Selanjutnya, tersangka Rengga kami tangkap dirumanya, Selasa (27/10) malam sekitar pukul 23.00 WIB,”tuturnya.

Hasil pemeriksaan sementara, mantan Kapolsekta Telukbetung Barat ini mengutarakan, tersangka mengakui bahwa tersangka bukanlah anggota TNI seperti yang diakuinya sebelumnya. Rengga mengaku sebagai anggota TNI dan mengenakan seragam TNI, agar konsumen takut dan segera membayar tunggakan.

“Seragam TNI yang dipakai Rengga hanya untuk menakut-nakuti konsumennya yang menunggak angsuran pembayaran kredit dan tersangka mengaku tidak pernah melakukan kekerasan,”ujarnya.

Menurut Lumban, barang bukti peluru aktif jenis revolver didapatkan tersangka Rengga dari salah seorang temannya yang tinggal diwilayah Kota Bandarlampung. Menurut tersangka, bahwa temannya tersebut bukanlah seorang anggota TNI melainkan hanya orang biasa.

“Kasus ini masih kita dalami dan kembangkan, petugas masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka dan memeriksa saksi lainnya. Karena danya kepemilikan peluru aktif, tersangka dikenakan Undang Undang darurat No. 12 tahun 1951,”terangnya.