Beranda Hukum Kriminal Mengaku Bisa “Urus Kursi DPRD”, Penipu Catut Nama Ketua KPU Lampung

Mengaku Bisa “Urus Kursi DPRD”, Penipu Catut Nama Ketua KPU Lampung

495
BERBAGI
Penipu memakai foto Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono untuk melancarkan aksinya.

TERASLAMPUNG.COM — Para calon legislatif (caleg) di Lampung yang baru saja mengikuti Pemilu 2019 ada baiknya berhati-hati ketika ada anggota KPU yang menawarkan jasa bisa “mengolah suara” untuk mendapatkan kursi di DPRD. Jika para caleg ceroboh, bukannya kursi DPRD yang didapat, tetapi uang akan melayang.

Imbauan ini disampaikan Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono, terkait ulah pelaku kriminal yang memanfaatkan fotonya untuk dijadikan foto profil penjahat. Penjahat tersebut sudah mulai beraksi dengan sasaran para caleg di Provinsi Lampung.

Seorang caleg DPRD Lampung, misalnya, dirayu oleh orang yang mengaku sebagai Nanang Trenggono (Ketua KPU Lampung) untuk segera melakukan kesepakatan mengurus kursi DPRD Lampung dengan imbalan uang.

Teraslampung.com yang mendapatkan sejumlah informasi dari calon korban penipuan langsung melakukan konfirmasi kepada Nanang Trenggono dan beberapa komisioner KPU di Lampung untuk memastikan apakah Nanang memiliki nomor HP dan WA lebih dari satu.

Nanang Trenggono mengaku ia hanya memiliki satu nomor WhatsApp (WA), sehingga jika ada orang melalui WA menawarkan jasa mengurus kursi DPRD dipastikan dia adalah penipu. Nanang meyakinkan masyarakat kalau ada orang mengaku dirinya menawarkan bisa mengurus kursi DPRD hasil Pemilu 2019, dipastikan orang itu bukan dirinya.

“Pada saat ini banyak kejadian yakni upaya penipuan dan pemalsuan yang mengatasnamakan diri saya. Bisa saja kejahatan ini dilakukan terkait dengan tugas2 saya selaku Ketua KPU Provinsi Lampung dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Perlu saya sampaikan di sini bahwa saya sudah lama tidak menggunakan lagi Facebook, Twitter atau Instagram. Demikian pula, saya menggunakan komunikasi grup WA terbatas pada kelompok penyelenggara pemilu dan komunikasi dalam keluarga. Oleh karena itu, bila ada pihak yang mengaku diri saya agar diabaikan atau diblokir. Saya dengan terbuka menyampaikan permohonan maaf atas hal ini,” kata Nanang.

 

Loading...