Beranda Hukum Kriminal Mengaku Jadi Korban Pembegalan, Sandi Ditangkap Polisi

Mengaku Jadi Korban Pembegalan, Sandi Ditangkap Polisi

214
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com 

Tersangka Sandi Saputra (22) warga jalan Jendral Suprapto, Kelurahan Pelita, Tanjungkarang Pusat diamankan petugas Unit Reskrim Polsekta Tanjungkarang Barat karena membuat laporan polisi palsu menjadi korban pembegalan.

BANDARLAMPUNG-Berpura-pura menjadi korban pembegalan, Sandi Saputra (22) warga Jalan Jendral Suprapto, Kelurahan Pelita, Tanjungkarang Pusat ditangkap petugas Unit Reskrim Polsekta Tanjungkarang Barat, Rabu (10/6) sekitar pukul 14.00 WIB. Tersangka Sandi ditangkap, karena terbukti membongi polisi dan membuat laporan palsu kepada polisi.

Kapolsekta Tanjungkarang Barat Kompol Heru Adrian mengatakan, tersangka Sandi Saputra datang ke Mapolsekta, Rabu (10/6) pagi. Tersangka melaporkan dan mengaku menjadi korban pembegalan di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

Saat dilakukan pemeriksaan, dari keterangan tersangka sangat mencurigakan. Kemudian untuk memastikan laporan tersangka, petugas piket kemudian melakukan pengecekan kelokasi dan olah TKP. Dari hasil olah TKP menunjukkan, ternyata dilokasi yang disebutkan Sandi tidak ada kejadian pencurian sepeda motor atau pembegalan.

“Ternyata laporan yang dibuat tersangka Sandi tidak benar, dan tersangka telah memberikan laporan polisi palsu. Petugas lalu menangkap tersangka sandi dirumahnya, Rabu (10/6) sore sekitar pukul 14.00 WIB. Untuk barang buktinya, yakni satu lembar laporan polisi nomor :LP/B/1120/V/2015/LPG/Resra/Sek TKB,”kata Heru kepada wartawan, Kamis (11/6).

Heru menuturkan, dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui perbuatannya telah meberikan laporan palsu kepada polisi. Tujuan tersangka Sandi membuat laporan polisi palsu tersebut, untuk mendapatkan klaim pencairan asuransi.

“Sepeda motor Yamaha Jupiter MX milik Sandi ini tidak hilang dicuri atau dibegal, motor itu sebenarnya telah digadaikan sendiri dengan tersangka kepada temannya sebesar Rp 1,5 juta. Motor yang digadaikan ini masih dalam proses kredit,”tutur Heru.

Karena belum dapat ditebus, sambung Heru, tersangka kemudian mencari cara untuk mendapatkan laporan kehilangan dari polisi. Tujuan tersangka Sandi membuat laporan polisi palsu, yakni untuk mempermudah pengurusan klaim dari asuransi. Perbuatan yang dilakukan tersangka Sandi,  merupakan atas perintah dari Adi (DPO) salah seorang karyawan leasing Indo Mobil.

“Kasus laporan kehilangan palsu ini, justru di dalangi oleh tersangka Adi (DPO) salah seorang karayawan leasing sendiri. Kedua tersangka, Sandi dan Adi bekerjasama untuk mendapatkan uang dari klaim asuransi. Motif tersangka Adi (DPO) menyuruh tersangka Sandi, yakni untuk menghilangkan barang bukti tagihan dan mendapat uang ganti dari asuransi. Petugas saat ini masih memburu tersangka Adi (DPO),”terangnya.

Akibat dari perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 266 KUHPidana tentang memberikan keterangan palsu dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Tersangka Sandi mengungkapkan, dirinya melakukan perbuatannya memberikan keterangan palsu menjadi korban pembegalan sepeda motor dengan berharap mendapatkan uang klaim dari asuransi. Namun perbuatannya yang dilkukannya, atas perintah dari Adi karyawan leasing yang menangani kredit sepeda motor miliknya.

Karena tergoda dan tergiur dengan uang yang akan didapat, ia pun akhirnya mengikuti perintah dari Adi (DPO) dengan mendatangi kantor polisi Polsekta Tanjungkarang Barat dengan membuat laporan polisi palsu.

“Ya rencananya kalau dapat uang dari asuransi, uangnya untuk mengambil motor yang sudah saya gadaikan dengan teman sebesar Rp 1,5 juta. Motor itu memang masih kredit, karena ada keperluan saya tidak punya uang motor itu saya gadaikan. Saya dapat cara membuat laporan palsu itu, karena disuruh sama orang leasingnya Adi namanya,”ungkapnya.

Loading...