Beranda Hukum Kriminal Mengamuk dengan Pedang dan Golok, Warga Sukaraja Diringkus Polisi

Mengamuk dengan Pedang dan Golok, Warga Sukaraja Diringkus Polisi

774
BERBAGI
Toro diingkus polisi karena mabuk sambil membawa golok dan pedang.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Mabuk minuman keras (miras), pria pengangguran bernama Toto Sudiro alias Toro (33), ditangkap petugas Unit Reskrim Polsekta Telukbetung Selatan, usai mengamuk menghancurkan gerobak somay dan nyaris melukai warga dengan pedang. Polisi menangkap Toro di rumahnya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumiwaras, pada Sabtu (28/1/2017) siang lalu.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono melalui Kapolsekta Telukbetung Selatan, Kompol Listiyono Dwi Nugroho mengatakan, petugas menangkap Toro di rumahnya, usai mengamuk membawa pedang dan golok di depan umum tepatnya di belakang Puskemas Sukaraja di Jalan Ikan Selar, Telukbetung Selatan. Beruntungnya, saat kejadian tidak ada korban jiwa.

“Tersangka Toro kami tangkap empat jam setelah kejadian, usai petugas menerima laporan dari korban Ifron Zulkarnaen (30), warga Jalan Ikan Kembung, Kelurahan Pesawahan, yang menjadi korban perusakan dan pengancaman dengan senjata tajam,”ujarnya, Minggu (29/1/2017).

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti senjata tajam jenis pedang dan golok yang digunakan tersangka Toro melakukan perusakan dan pengancaman terhadap korban serta warga setempat.

Listiyono mengutarakan, dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, tersangka Toro saat itu membawa pedang dan golok tiba-tiba langsung mengamuk. Tersangka mengayukan pedang dan goloknya, ke arah warga dan korban Ifron yang saat itu sedang melayani pembeli. Beruntungnya saat kejadian, warga dan Ifron berhasil melarikan diri dari amukan Toro.

“Dari kejadian itu, gerobak somay milik Ifron rusak dan kacanya pecah setelah di bacoki tersangka Toro. Akibatnya, korban alami kerugian sekitar Rp 5 juta,”ungkapnya.

Dikatakannya, tersangka Toro, bukan kali ini saja melakukan perusakan dan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap warga setempat. Tersangka sudah sering membuat keonaran, dengan cara merusak dan menganiaya di saat mabuk miras.

“Tersangka Toro ini, sudah sering membuat resah warga. Sebelum melakukan perusakan dan pengancaman terhadap warga, tersangka mabuk miras terlebih dulu,”terangnya.

Akibat perbuatannya tersebut, polisi menjerat Toro dengan Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan dan dijerat Undang-Undang darurat No.12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman pidana penjara 10 tahun.