Beranda News Nasional Mengapa Gempa Lombok Terjadi Terus-menerus? Ini Penjelasan PVMBG

Mengapa Gempa Lombok Terjadi Terus-menerus? Ini Penjelasan PVMBG

437
BERBAGI
Pusat gempa di Lombok Utara, Minggu malam,5 Agustus 2018. (dok BMKG)
Pusat gempa di Lombok Utara, Minggu malam,5 Agustus 2018. (dok BMKG)

TERASLAMPUNG.COM — Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Kasbani mengatakan banyaknya kelompok sesar di busur Flores, di sekitar kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat menyebabkan gempa Lombok tidak langsung berhenti. “Kalau daerah ini terjadi gempa, tidak langsung berhenti karena banyak sesar di sana,” kata dia di kantornya, di Bandung, Senin, 6 Agustus 2018.

Gempa Lombok yang berselang sepekan yakni 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2018 berasal dari zona yang sama. “Gempa-gempa ini berada dalam zona yang sama, zona Flores Back Arc Thrust,” ujar Kasbani.

Zona subduksi atau thrust memanjang di utara Pulau Lombok hingga Flores. Panjangnya jauh lebih pendek dari zona subduksi di bagian selatan jajaran pulau-pulau itu, yakni zona subduksi akibat pertemuan lempeng benua yang memanjang sejak dari Aceh, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, hingga Pulau Timor. “Zona ini adalah busur vulkanik di sepanjang pulau-pulau itu, ada hunjaman.”

Kasbani mengatakan dua gempa Lombok berikut gempa susulannya berasal dari kelompok sesar di busur Flores. Kelompok-kelompok sesar naik, arah sudutnya naik dari selatan (dari utara menghunjam ke bawah). “Thrust (subduksi) itu di zona ini.” Gempa inilah yang menyebabkan kerusakan, karena paling dekat dengan lokasi gempa.

Namuan, Kasbani mengaku belum bisa memastikan gempa itu berasal dari satu sesar yang sama. “Di sana sesarnya banyak, bidangnya naik.” Berada di dalam satu zona, tapi bisa berbeda bidang.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Timur, PVMBG, M Arifin Joko Pradipto mengatakan, zona subduksi Flores Back Arc tersebut merupakan kelompok sesar naik yang memanjang di utara Pulau Lombok, Sumbawa, hingga Flores. “Arahnya naik dari selatan ke utara,” kata dia, Senin, 6 Agustus 2018.

Arifin mengatakan karena lokasi tiga pulau itu relatif dekat dengan zona subduksi busur Flores, maka tiga pulau itu hampir seluruhnya masuk kategori rawan gempa bumi menengah di dalam Peta Kerawanwan Bencana Gempa Bumi. “Rawan gempa menengah itu kekuatan goncangannya maksimum bisa VII-VIII MMI.”

Hingga siang ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa Lombok 91 orang dan 209 orang luka-luka. Pencarian dan evakuasi korban masih terus belangsung.

tempo.co

Loading...