Beranda Headline Mengapa Jalan Ir. Sutami Bandarlampung-Lamsel-Lamtim Dibiarkan Rusak Parah?

Mengapa Jalan Ir. Sutami Bandarlampung-Lamsel-Lamtim Dibiarkan Rusak Parah?

1600
BERBAGI
Jalan Sutami rusak parah dan tak kunjung diperbaiki,. Warga pun kemudian menanam pohon pisang di salah satiu titik ruasnya. Foto: Budi Hutasuhut

TERASLAMPUNG.COM — Pernah mendengar cerita Gubernur Lampung naik helikopter untuk datang ke Lampung Timur karena menghindari jalan rusak parah di ruas Jalan Sutami? Ya, betul. Itu pernah terjadi ketika Lampung dipimpin Sjachroedin Z.P.

Kala itu Jl Ir. Sutami hancur lebur bagai kubangan kerbau. Namun, ketika gubernur berganti dan Ridho Ficardo menggantikan Sjachroedin, ruas jalan itu kondisinya tetap sama: hancur lebur, penuh lumpur, dan banyak kubangan yang tiap saat bisa membuat pengguna jalan celaka.

Kondisi ini sebenarnya aneh. Sebab, perbaikan infratruktur jalan termasuk program prioritas Gubernur Ridho Ficardo. Namun, hal itu nyata. Makanya, saking jengkelnya, warga di sekitar salah satu ruas Jl. Ir. Sutami, menanam pohon pisang di tengah jalan.

Jalan kubangan kerbau yang ditanami pisang itulah yang diunggah Budi Hutasuhhut  di Facebook dan kemudian banyak mendapatkan banyak komentar dari netizen.

Beban ruas jalan Ir. Sutami yang menghubungkan Bandarlampung dengan Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur itu memang sangat berat. Tiap hari menjadi jalan altermatif — bahkan acap utama– bagi para sopir truk bertonase besar yang mengangkut aneka komoditas ekspor. Alih-alih menebus ‘dosa Pemerintah Provinsi’ pada masa lalu, Gubernur Ridho Ficardo justru sedang berupaya agar ruas jalan tersebut segera naik status menjadi jalan nasional sehingga pengelolaanna menjadi kewewenangan pemerintah pusat.

“Tiap tahun, Jalan Ir Sutami tak kunjung diperbaiki. Penyebabnya, Pemda Provinsi Lampung masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/Kemenpu dan Pera) atas surat usulan peningkatan status jalan provinsi menjadi jalan nasional,” tulis Budoi.

Menurut Budi, ada 20 ruas jalan provinsi yang diusulkan Gubernur Lampung menjadi jalan nasonal. Dari sekian banyak jalan itu, baru delapan dari ruas jalan yang disetujui menjadi jalan nasional. Sepintas usulan ini terdengar realistis karena Pemda Provinsi Lampung tak mampu lagi membiayai perbaikan infrastruktur jalan provinsi tersebut, sehingga harus dikembalikan ke pemerintah pusat agar pemerintah pusat yang melakukan pemeliharaan.

“Tapi, di sisi pemerintahan, usulan ini lebih tampak sebagai ketidaksanggupan Gubernur Lampung menanggungjawabi pembangunan infrastruktur jalan raya di wilayah pemerintahannya,” kata Budi.

“Jalan Ir. Sutami salah satu ruas jalan yang ada dalam usulan agar ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional. Lantaran menunggu persetujuan atas usulan itu, nasib Jalan Ir Sutami tak kunjung diperbaiki. Kalaupun ada upaya perbaikan, itu pun hanya sepotong-sepotong seperti ruas Way Galih-Bergen dan Pugung- Simpang Sribhawono. Malangnya, Jalan Ir Sutami pada ruas Way Galih-Bergen dan Pugung- Simpang Sribhawono merupakan ruas jalan yang statusnya sudah dinaikkan dan kini menjad jalan nasional,” Budi menambahkan.

Loading...