Beranda Kolom Sepak Pojok Mengapa Tidak Ada Tuan Guru Bajang di Daftar 10 Bakal Cawapres Jokowi?

Mengapa Tidak Ada Tuan Guru Bajang di Daftar 10 Bakal Cawapres Jokowi?

734
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Nama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang, melesap dalam daftar 10 nama bakal calon cawapres yang akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang.

Itu setidaknya berdasarkan informasi yang didapatkan publlik melalui halaman Facebook Ketua Umum DPP PPP Muhammad Romahurmuziy pada 17 Juli 2018 lalu.

Di halaman Facebook miliknya, tokoh muda yang dikenal dekat dengan Jokowi dan juga santer disebut sebagai kandidat pendamping Jokowi pada Pilpres 2019 itu mengunggah gambar 10 tokoh dan namanya yang akan menjadi bakal calon wapres pendamping Jokowi. Namun, gambar Tuan Guru Bajang (TGB) tidak ada.

Di pengantarnya, Romahurmuziy  menulis: Gambar diatas adalah 10 kandidat pendampingi Pak Jokowi. Sengaja saya umumkan ke publik atas PERMINTAAN beliau sendiri untuk melihat respon masyarakat.
Pengumuman 10 nama ini merupakan TRADISI BARU yang dimulai Pak Jokowi, publik harus dibiasakan agar bisa menilai dan terlibat memberi Feedback.

Dari figur Politisi ada nama Airlangga Hartartp (Ketua Umum Golkar), Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB dan Romahurmuziy (Ketua Umum PPP).

Sementara dari unsur Ulama ada nama KH. Ma’ruf Amin dan Prof. Din Syamsudin. Sedangkan dari figur teknokrat muncul nama Sri Mulyani (Menteri Keuangan) dan Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan).

Kemudian dari figur Akademisi muncul nama Prof. Mahfud MD, dari figur Purnawirawan TNI ada nama Jenderal Moeldoko dan terakhir dari figur Pengusaha adalah Chairul Tandjung.

*Insyaallah tidak akan keluar dari 10 nama diatas.

Boleh jadi, Romahurmuziy benar. Namun, bisa jadi pula itu merupakan “permainan kartu” Jokowi. Romahurmuziy sebagai orang dekatnya diberinya “hak” untuk memancing reaksi publik. Juga “memancing” kubu pesaingnya.

Dilihat dari komposisinya, 10 nama itu terdiiri atas tokoh berbasis agama (Muhammadiyah dan NU), teknokrat, dan praktisi bisnis. Karena sebuah pancingan, bisa jadi catatan Romahurmuziy yang menyebut bahwa “Insyaallah tidak akan keluar dari 10 nama diatas” akan bisa diabaikan. Artinya, masih sangat boleh jadi ada nama lain yang sengaja disimpan Jokowi dan tidak diungkap ke publik.

Bukan apa-apa, sebabnya adalah kubu Prabowo atau SBY juga mengintip nama yang akan dimunculkan Jokowi dan akan digandengnya menuju Pilpres 2019. Jika nama itu langsung diketahui “kubu lawan”, maka bisa “berabe”. Kesalahan dalam memilih wakil dalam Pilpres akan membuat Jokowi terancam gagal.

Oyos Saroso HN

Loading...