Mengecek Pabrik Kapal, Pangarbar TNI AL Kunjungi Lampung

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/teraslampung.com

Landing ship tank (LST) yang dibuat di Lampung

BANDARLAMPUNG – Untuk mengecek kesiapan pembuatan kapal di Galangan Kapal Lampung milik PT Daya Radar Utama (DRU), Panglima Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Barat (Pangarbar) TNI Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI I.N.G.N Ary Atmaja, S.E berkunjung ke Lampung, Minggu (13/7). Pangarbar sekaligus mengunjungi Pos Pengamat TNI AL di sekitar Teluk Ratai, tepatnya di Kampung Ranggai, Desa Tri Tunggal, Kecamatan Ketibung Lampung Selatan, Minggu (13/7).

Acara kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Danlanal Lampung, Kolonel Laut Suharto, bersama Ibu-ibu Jalasenastri dan Danposmat Sertu Sakidi.

Panglima Koarmabar TNI AL, Laksda I.N.G.N Ary Atmaja,SE dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar prajurit TNI AL dalam melaksanakan tugas dengan baik.  Menurut Pangarbar, prajurit TNL AL di Lampung harus bisa melindungi dan mengayomi  para nelayan dan  masyarakat sekitar Posmat TNI AL yang berada di daerah Rangai.

“Dengan adanya pos pengamat (Posmat) TNI AL Rangai, mudah-mudahan bermanfaat terhadap keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat diwilayah ini,” kata Laksmana Muda Ary Atmaja.

Ary berharap pemerintah setempat, KKP, dan prajurit TNI AL peduli terhadap Posmat tersebut. “Dengan begitu, pelelangan ikan akan hidup dan berjalan pasca penangkapan ikan, sehingga bisa memberdayakan masyarakat pesisir serta menambah lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Usai kunjungan, Panglima Koarmabar TNI AL, Laksada I.N.G.N Ary Atmaja, menyempatkan bersilaturahmi dengan para awak media.  Dia mengaku belum lama menjabat sebagai Panglima Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Barat (Pangarbar) menggantikan Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, S.E..

Kunjungannya ke Lampung, kata dia, selain untuk melihat lebih dekat Lanal Lampung juga sekaligus mengunjungi galangan kapal milik Perusahaan Maritim yang saat ini sedang memproduksi kapal Landing Ship Tank  (LST).

“Kapal LST ini nantinya mampu memuat tank kita yang terbaru yaitu Tank Leopad milik TNI AD, Man betle Tank (MBT) jenis tank leopad dengan berat 60 ton, yang memuat 10 kapal, dan satu kapal dengan berat 60 ton per unit, selama ini kita belum pernah memiliki LST sebesar ini, jadi beli tank baru dulu baru membuat kapalnya, selain itu juga di Doko Bahari, di Lampung DRU, DKB,” kata Ary Atmaja.

Menurutnya, sebenarnya PT PAL di Surabaya juga mampu membuat kapal LST, tetapi pilihannya jatuh di Lampung. Perusahaan kapal yang ada di Lampung itu, kata Pangarbar, untuk memberdayakan industri perkapalan dalam negeri dan tidak dibuat di luar negeri.