Beranda Teras Berita Mengelola Zakat Produktif

Mengelola Zakat Produktif

239
BERBAGI

Umar/Lampung Peduli

“Assalamualaikum Pak Panji, sudah sampai di mana?” tanya Pak Sholihin, ketua pelaksana “Pembinaan Teknis Pengelolaan Zakat Produktif bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Lampung Timur”, via hand phone ketika Tim LAMPUNG PEDULI (LP)  baru saja memasuki pelataran kantor Kemenag Kabupaten Lampung Timur yang jauh dari hiruk-pikuk penduduk.

Setelah mencari tempat yang tepat untuk memarkirkan kendaraan, Tim LP langsung menuju ruang yang ditentukan. Sesampainya di aula, semua kursi  penuh diduduki peserta.

Dalam acara tersebut, LP didaulat sebagai pembicara tunggal untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengelola dana zakat dan infak/sedekah (ZIS) untuk kegiatan ekonomi produktif kaum duafa.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Kemenag Kabupaten Lampung Timur, yang diwakili Bapak Masturi, S.Ag., menyatakan dukungan dan apresiasinya atas diselenggarakannya seminar zakat produktif.

“Lampung Timur ini menurut fakta lapangan dan data BPS adalah kabupaten termiskin di Provinsi Lampung. Karena itu, Kemenag Lampung Timur ingin menggali potensi dana ZIS untuk kegiatan produktif yang diharapkan mampu memberi perubahan signifikan bagi masyarakat Lampung Timur.”

Langkah awal yang dilakukan Kemenag Lampung Timur adalah dengan merevitalisasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Timur dan UPZ tingkat kecamatan yang dikelola oleh tokoh agama dan penghulu se-Lampung Timur.

Setelah terbentuk UPZ kecamatan, maka diberikan pelatihan terencana, dengan fasilitas Kemenag Lampung Timur,dalam pengelolaan ZIS, utamanya pengelolaan zakat produktif.

Sebelum menyampaikan materi, Head of LAMPUNG PEDULI, Juperta P. Utama sebagai narasumber menekankan kepada peserta yang hadir untuk menjunjung nilai-nilai keislaman dalam menjalankan amanah sebagai seorang amil. “Paling tidak seorang amil harus memiliki tiga karakter dasar manusia unggul: disiplin, jujur, dan tidak egois. Dengan karakter itu, mudah-mudahan, seorang amil mampu mengelola dana ZIS sebagai upaya memproduktifkan kaum duafa.”

Meski hari makin siang, awal tahun 2014 yang  basah, tak menyu-rutkan antusias peserta pembinaan. Pada bagian tanya-jawab banyak peserta yang bertanya. Apalagi kala nara sumber mengarahkan peserta untuk saling mengungkapkan gagasan yang dapat diwujudkan sebagai upaya zakat produktif. Bahkan, kegiatan yang dijadwalkan selesai jam 12.00 harus dilanjutkan kembali setelah break salat dan makan siang.

Pada akhir pertemuan LP membuka kesempatan kerjasama kepada seluruh UPZ untuk sinergi program pemberdayaan masyarakat di tiap-tiap kecamatan yang menjadi binaan.

Bentuk kerja sama yang ditawarkan LP yaitu UPZ kecamatan yang telah memiliki dana program, akan mendapatkan tambahan dana program sebesar 10% dari total dana yang akan dikelola dari LP. “Selain itu, mendapat bimbingan teknis dan pendampingan selama program berjalan.

Kerja sama ini, beber Juperta, bertujuan  memaksimalkan peran UPZ dalam penyaluran dana ZIS secara produktif  melalui program pemberdayaan berbasis kelompok.

“Sebab, selama ini pengelolaan ZIS di masyarakat kebanyakan untuk program konsumtif,” aku Supri Hartono, salah satu peserta dari Pekalongan yang diamini peserta lainnya.

Juperta mengingatkan, dalam mengelola zakat produktif jangan buru-buru berorientasi hasil. “Fokuslah menikmati proses yang telah disepakati bersama. Apalagi duafa itu perlu  bimbingan untuk meraih kemandiriannya.”

Loading...