Beranda Teras Berita Mengenal Demam Berdarah Dengue (DBD)

Mengenal Demam Berdarah Dengue (DBD)

276
BERBAGI
Siang ini giliran saya membicarakan
demam berdarah dengue (DBD). Mengapa ditambah kata dengue, oleh karena demam
berdarah bisa juga bukan oleh virus dengue. 
Ada 4 type virus dengue
penyebabnya, tapi hanya 2 type yang sering berjangkit di kita. Sama-sama dibawa
oleh nyamuk kebun belang-belang hitam-putih Aedes aegypti dan Aedes albopyctus. 
Penyakit DBD berjangkit dan mewabah awal musim hujan, karena banyak air jernih tergenang.
Nyamuk pembawa dengue tidak suka air keruh, bukan di comberan, bukan di rawa
seperti nyamuk malaria, melainkan air tergenang yang tidak beralaskan tanah
melainkan air di wadah, talang air, di lapak kulkas, jambangan bunga, selain
ember, gentong, dan semua penampung air di rumah. Harus jernih dan tergenang
tenang.

Tidak semua nyamuk kebun membawa virus dengue. Hanya apabila nyamuk pernah
menggigit pasien DBD saja yang di tubuhnya membawa virus dengue. Gigitan nyamuk
pembawa dengue memunculkan demam. Demamnya biasanya tidak turun dengan obat.
Maka bila demam di lingkungan yang langganan (endemik) DBD, atau sedang ada
pasien DBD, harus dicurigai sebagai DBD. Bahkan dokter pun sering kecolongan
kalau menghadapi kasus demam karena demamnya tidak khas. Maka setiap demam
lebih seminggu yang sukar turun, perlu dicurigai sebagai awal DBD. 
Selain
demam, pada anak biasanya disertai nyeri uluhati hebat, pada orang dewasa
disertai mual hebat, selain nyeri kepala. Tidak selalu muncul gejala
perdarahan. Gejala perdarahan tidak selalu yang nampak di kulit (bintik merah
seperti bekas gigitan nyamuk, yang bila ditekan tidak pudar atau ptechiae),
atau bercak bilur-bilur, kalau bukan mimisan, atau gusi berdarah. Perdarahan
organ dalaman tentu tidak kelihatan dari luar. Paling buang air besar hitam,
tanda perdarrahan usus, atau lambung. Perdarahan bisa terjadi di semua organ.
Perdarahan dalaman ini yang membawa pasien jatuh ke dalam syok DSS (dengue
shock syndrome) yang sering berakibat kematian.

Yang terjadi pada infeksi dengue,
terbentuk reaksi tubuh akibat masuknya virus yang membuat dinding pembuluh
darah tubuh mengalami kebocoran. Cairan darah merembas ke jaringan, maka
terjadi perdarahan di kulit, selain perdarahan organ-organ. Karena bocor, maka
volume darah akan berkurang, sampai pada titik tertentu, tubuh tidak mampu
toleransi lagi dengan kekurangan cairan darahnya, lalu terjadi syok (renjatan).
Syok akibat kekurangan cairan darah inilah yang harus dicegah supaya tidak
sampai merenggut nyawa. Caranya minum sebanyak mungkin bila demam dicurigai
DBD. Kalau ada minum oralit (cairan elektrolit) sebanyak bisa. Tujuannya
sekiranya benar kasus DBD, tubuh masih punya lebih banyak cadangan cairan
sehingga masih tidak lekas jatuh syok. Begitu syok terjadi umumnya tidak
terpulihkan lagi (irreversible shock), dan pasien tak tertolong.

DBD tidak ada obat selain infus
cairan saja. Pada kasus yang berat, di mana dari penilaian laboratorium banyak
kehilangan sel pembeku darah thrombocyt, dan Hb anjlok, diberikan juga
transfusi darah kalau bukan transfusi sel pembeku darah (packed cell). Makin
dini infus diberikan, makin kecil risiko terlambat ditolong. Hampir semua kasus
DBD tertolong dengan infus. Hanya kasus berat, yakni bila menimbulkan
perdarahan pada kelenjar anak ginjal suprarenalis yang biasanya langsung masuk
ke dalam syok atau DSS yang tak tertolong itu.

Memastikan kasus suatu demam betul
DBD dilakukan pemeriksaan darah laboratotium melihat adakah zat kekebalan
terhadap virus dengue. Kita memeriksa IgM terhadap dengue, dan IgG untuk
melihat apakah ini kasus demam dengue pertama kali, atau sudah infeksi ulangan
atau DBD.

Serangan pertama kali virus dengue
hanya menimbulkan demam dengue, tanpa perdarahan. Demam dengue biasa disebut
“demam lima hari”. Diobati, atau tidak diobati, demam lima hari akan
sembuh sendiri. Ibu tidak menyadari kalau suatu demam pada anaknya itu demam
lima hari, yang berlalu begitu saja. Baru bila serangan virus dengue pada tubuh
yang sama untuk kedua kalinya yang akan memunculkan penyakit demam berdarah DBD
(IgG tinggi).

Pada awal penyakit biasanya
diperiksa sel pembeku darah thrombocyt yang hasilnya di bawah nilai normal.
Kita tahu sel ini dipakai untuk menambal kebocoran yang terjadi pada pembuluh
darah. Makin banyak dan meluas kebocoran pembuluh darah tubuh, makin berkurang
thrombocytnya karena terpakai. Kalau normal jumlah thrombocyt 450 ribu/mm kubik
darah, pada kasus DBD bisa tinggal beberapa ribuan saja. Demam dengan
thrombocyt yang di bawah nilai normal harus dicurigai kemungkinan dengue. Bisa
hanya demam lima hari, atau sudah DBD.

Sekarang ada cara baru mendeteksi
adanya dengue yang lebih cepat mengenali DBD, yakni dengan pemeriksaan NS-One
yang bisa lebih dini mendeteksi adanya infeksi dengue. Dengan demikian bisa
lebih bersegera kasusnya ditangani. Begitu positif DBD, tidak ada pilihan harus
segera diinfus, tak ada cara atau obat lain. Bisa di puskesmas, kalau bukan di
RS. Setiap hari selama perawatan, thrombocyt sebagai indikator derajat
kebocoran pembuluh darah diperiksa untuk menentukan apakah cukup hanya diberi
infus, atau sudah memerlukan transfusi darah, atau tindakan lain. Begitu nilai
thrombocyt sudah naik, itulah tanda mulai kesembuhan. Setelah thrombocyt
mencapai 50 ribu, biasanya pasien diperbolehkan meninggalkan RS.

Satu yang perlu diperhatikan, selama
perawatan sebaiknya pasien tidak banyak bergerak. Idealnya harus bed rest
total, segalanya dilakukan di atas tempat tidur, bahkan untuk kencing dan buang
air besar pun. Mengapa? Oleh karena pergerakan yang berlebihan, berisiko
terjadinya perdarahan organ dalaman, yang rapuh akibat dinding pembuluh darah
bocor.

Yang perlu dilakukan begitu
kedapatan ada kasus DBD, segera melaporkan ke RT/RW supaya kepala desa atau
lurah berkoordinasi dengan dinas kesehatan langsung melakukan pengasapan
(fogging). Tujuannya membasmi semua nyamuk dewasa dalam radius 100 meter dari
rumah pasien. Mengapa radius 100 meter, karena nyamuk bisa terbang sejauh
radius 100 meter.

Untuk upaya pencegahan semua air
tergenang di rumah dan sekitar rumah disingkirkan. Tujuannya agar nyamuk
bervirus tidak sempat berinduk berkembang biak. Di air jernih tergenang itulah
tempat habitat nyamuk kebun berinduk. Maka harus disingkirkan. Kewajiban semua
pihak untuk menyingkirkan tempat perindukan nyamuk kebun agar tercipta
“daerah bebas nyamuk”. Jadi upaya pencegahan bukanlah dengan
menyemprot atau fogging melainkan menyingkirkan semua air tergenang. Fogging
hanya apabila sudah terjadi kasus, dan disemprot radius 100meter dari lokasi
rumah pasien.

Bila segera ditangani, dan belum
terlambat, semua kasus DBD bisa ditolong. Pada musim hujan, dan banjir, waspada
bila menemukan gejala demam dan amati ada gejala serta tanda penyerta lainnya,
segera periksa laboratorium kemungkinan DBD.
Selama musim banyak DBD hindarkan anak-anak bermain di kebun atau di
pekarangan. Nyamuk kebun pembawa virus dengue punya jam menggigit tak ubahnya
seperti praktik dokter, yakni pagi hari sampai pukul 9.00 dan sore hari pkl
15.00 – 17.00. Nyamuk gemar hinggap pada dinding kamar yang gelap dan lembab,
di baju dan barang yang menggantung di kamar, untungnya nyamuknya masih bisa
kita tepok karena belum pakai helm.

Salam sehat.

Dr. Handrawan Nadesul

Loading...