Beranda Ekbis Bisnis Mengenal Ovop, Konsep Ekonomi Rakyat yang Mirip OK OCE dan Jakarta Creative...

Mengenal Ovop, Konsep Ekonomi Rakyat yang Mirip OK OCE dan Jakarta Creative Hub

648
BERBAGI
Walikota Bandarlampung melihat kemasan keripik pisang yang diproduksi pegiat Kampung UKM Digitak Keripik Lampung. Sentra keripik pisang ini merupakan praktik program Ovop.

TERASLAMPUNG.COM — Program One Vilage One Product (Ovop) lumayan lama dikembangkan di Indonesia oleh pemerintah maupun aktivis NGO dengan bantuan dana funding. Di Lampung program Ovop sudah lama berjalan di kawasan sentra industri keripik pisang di Gunung Terang. Di beberapa daerah di Lampung, program ini juga dijalankan.

Kalau Ovop basisnya adalah desa, lain halnya dengan program OK OCE yang akan dikembangkan calon gubernur-wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – Sandiaga Uno. Sesuai namanya. OK OCE berbasis di kecamatan. Kalau dari lihat konsepnya, OK OCE yang disebut-sebut sebagai ide orisinal Anies-Sandi tidak lain adalah duplikasi Ovop.

Bermula dari Jepang

Ovop idirintis oleh Prof. Morihiko Hiramatsu pada 1980. Saat itu Marikho menjabat sebagai Gubernur Oita, Jepang. Sukses di Oita, konsep Ovop kemudian diduplikasi oleh Malaysia, Filipina, Indonesia, Kamboja, Vietnam, Thailand, negara-negara di Asia Selatan, Afrika, Eropa Timur, dan Amerika Selatan.

Program Ovop sangat populer di dunia karena banyak kisah sukses yang mengiringinya. Dengan satu desa satu produk, maka keunikan sebuah desa akan mudah masuk peta bisnis dan berkembang dengan cepat. Hal itu mendorong produk-produk unggulan desa tertentu masuk pasar nasional dan internasional.

Kementerian Perindustrian dan Ekonomi Kreatif menyebutkan dalam sepuluh tahun terakhir, Ovop dikembangkan hampir seluruh negara di dunia, dan produk-produknya mendapat respon cukup besar dari buyers di setiap negara.

Secara konsep, Ovop mengutamakan produk unik yang dimiliki daerah tertentu. Selanjutnya, produk unik yang diunggulkan tersebut menjadi ikon daerah tersebut.

Keunikan tidak hanya terkait dengan produksi, tetapi juga berkaitan dengan nilai-nilai budaya, lingkungan, bahan baku, cara pengerjaan, dan proses produksinya. Keunikan itulah yang menjadi bahan ‘jualan’. Karena unik, Ovop juga menjadi daerah tujuan wisata.

Ovop di Indonesia

Ovop di Indonesia umumnya adalah UKM yang konsisten menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan terus mendapat bimbingan serta aneka bantuan dari pemerintah. Hal ini berkaitan demgan produk yang dihasilkan mewakili identitas daerah bahkan negara. Dimana produk-produknya mencerminkan keunikan suatu daerah atau desa.

Dengan keunggulan yang dimiliki, maka produk tersebut dapat meningkatkan pendaptan bagi daerahnya, melaluji kunjungan turis, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan ketrampilan SDM. Di Indonesia terdapat sekitar 74.000 desa yang memiliki keunikan atau ciri khas. Dimana mayoritas atau sekitar 65% penduduknya masih tergolong miskin, berpendapatan rendah. Dan mayoritas desa-desa tersebut eksis disektor pertanian atau agrikultur. Dengan kultur tersebut, sangat potensial dikembangkan Ovop.

Untuk di Bali khususnya saat ini telah ditetapkan dua desa sebagai pelaksana Ovop yakni desa Pejaten untuk spesialisasi keramik, dan desa Sulahan (Bangli) spesialisasi anyaman bambu. Bali memang punya ciri khas untuk produk kerajinan, sesuai kreativitas dan inovasi masyarakatnya dengan berbasis budaya lokal. “Disini peran desain sangat menentukan, disesuaikan dengan permintaan pasar,” kata I Made Raka Metra, Direktur Desaign Development Organization. Di Bali industri kerajinan memberikan kontribusi pendpatan daerah cukup besar sekitar 70%. Diharapkan dengan adanya pengembangan Ovop total ekspor meningkat pesat, tambahnya.

Negara-Negara yang Menerapkan Ovop

Banyak negara di dunia sudah menerapkan Ovop. Di Asia, antara lain adalah Indonesia, Malaysia, China, Laos, Philipina, Myanmar, Kamboja, Singapura, Thailand, Vietnam, Mongolia, Korea, Taiwan, Bangladesh, Timor Leste, Srilangka, dan Moldova.

Di Afrika Ovop dikembangkan di Mozambiq, Tunisia, Malawi, Madagaskar, Liberia, Kenya, Ethiopia, Ghana, Kingdom of Leshoto. Sedangkan di Amerika Latin Ovop dijalankan di Kostarika, Ekuador, Meksiko, Bolivia, Chile, Elsavador, kolumbia, Peru, Paraguai, Argentina, Venezuela, dan  Brasil.