Beranda News Covid-19 Mengenal Uji Klinis Fase 3 untuk Vaksin Corona

Mengenal Uji Klinis Fase 3 untuk Vaksin Corona

103
BERBAGI
Vaksin Covid-19. Foto: BBC

TERASLAMPUNG.COM — Saat ini telah ada beberapa jenis vaksin Corona yang telah melalui proses pengujian klinis di fase 3 yaitu tahap pengujian terakhir salah satunya yaitu vaksin Moderna, vaksin Pfizer, dan vaksin Oxford. Ada juga yang masih dalam proses uji klinis fase 3 namun sudah didatangkan ke tanah air yaitu vaksin Sinovac yang sedang diuji di Indonesia.

Semua percobaan uji klinis tersebut bertujuan untuk membandingkan keamanan dan efektivitasnya. Untuk tujuan utama yang dilakukan dari uji coba fase 3 yang sedang dilakukan yaitu untuk menentukan efektivitas salah satu vaksin tersebut dalam mengurangi risiko pada orang yang divaksin terkena gejala virus Corona.

Pada ketentuan dalam proses uji klinis tersebut peserta uji coba harus memiliki hasil positif pada tes usap, dan juga mengalami daftar gejala-gejala yang ditentukan yang bervariasi dari satu percobaan ke percobaan selanjutnya. Gejala-gejala yang termasuk mulai dari sakit kepala ringan hingga kondisi penyakit yang parah dan membutuhkan perawatan serius.

Pada setiap percobaan menggunakan pendapat pihak penguji sendiri mengenai kasus positif terjangkit virus Corona untuk memperkirakan banyaknya jumlah orang yang diperkirakan tertular virus Corona dalam suatu kelompok kontrol (Orang yang tidak menerima vaksin uji coba), jika protokol uji klinis dari vaksin Moderna bekerja dengan anggapan bahwa satu dari 133 orang akan mengembangkan gejala-gejala virus Corona selama kurun waktu enam bulan.

Jika vaksin moderna terbukti mencetak angka 60 persen dalam keefektifannya, maka hasil analisa statistik yang kompleks menunjukkan bahwa hanya 151 orang dari 30 ribu rekrutan yang perlu terinfeksi dengan gejala virus Corona agar tingkat perlindungan tersebut dapat terlihat.

Tidak Perlu Mengkhawatirkan Hasil dari Uji Klinis Fase 3

Vaksin Covid-19. Foto: indiatvnews.com

Banyak orang yang merasa khawatir mengenai keberadaan vaksin yang akan digunakan sebagai vaksinasi virus Corona nantinya. Kekhawatiran dapat diredam dengan dijelaskannya bahwa dengan mengikuti proses uji coba tersebut, vaksin-vaksin akan dipastikan aman untuk digunakan oleh masyarakat. Bagi orang-orang yang merasa khawatir ketika menjadi peserta uji coba, memang cara uji ini untuk mengetahui apakah suatu vaksin dapat melindungi dari penyakit parah atau kematian, tetapi tidak seharusnya menjadi alasan untuk khawatir.

Penjelasan mudahnya, lebih sedikit orang yang meninggal akibat virus Corona daripada yang mengalami gejala penyakit ringan, jadi tidak perlu mengkhawatirkan itu semua. Untuk membuktikan jika vaksin hanya dapat melindungi dari kasus yang parah dan fatal maka akan dibutuhkan lebih banyak orang untuk menjadi peserta di setiap uji coba. Pengujian yang dilakukan untuk menguji penyakit parah atau kematian sebagai titik akhir akan membutuhkan lebih banyak mengeluarkan biaya dan waktu untuk menyelesaikannya.

Jadi, proses uji coba fase 3 ini telah menjadi tindakan penyeimbang yang mampu menunjukkan tingkat perlindungan yang dicapai dan memberikan hasil dengan cara yang paling tepat. Walaupun tingkat keparahan penyakit bukanlah fokus utama dari hasil uji coba dari tahapan tersebut, namun semua uji coba yang dilakukan masih mengawasi tingkat keparahan pada semua kasus virus Corona. Pada kesimpulannya masih dapat diambil dari data tersebut, meskipun signifikansi statistik belum dapat dibuktikan.

Uji Coba Vaksin

Dalam proses uji klinis tersebut tidak melibatkan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti kalangan orang tua (Lansia), orang yang menjalani kemoterapi dan lain-lain yang memiliki daya tahan imunitas yang rendah. Maka kesimpulannya tentang efektivitas vaksin tersebut mungkin tidak secara langsung terlihat pada kalangan yang tidak terlibat dalam uji coba.

Namun, vaksin tersebut dapat mengurangi gejala virus Corona pada orang dewasa yang sehat merupakan hal penting karena akan mengurangi risiko infeksi pada kelompok rentan. Pada dasarnya tujuan dari setiap uji klinis yaitu untuk memeriksa sebagian orang untuk membuat perkiraan terbaik tentang apa yang akan terjadi jika seluruh orang diperlakukan dengan cara uji coba yang sama.

Pada proses akhir ketika seluruh orang divaksinasi, maka efektivitas dari suatu vaksin dapat ditentukan. Maka dari itu uji coba vaksin virus Corona diperkirakan akan terus berlanjut hingga beberapa tahun mendatang untuk mengendalikan virus ini berkelanjutan.

Nah, itulah seputar informasi tentang uji klinis fase 3 untuk mengetahui efektivitas vaksin virus Corona. Bagi Anda yang membutuhkan informasi seputar vaksin dan perkembangan mengenai virus Corona dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk mendapatkan informasi yang akurat dan lengkap. Tidak hanya itu Anda juga dapat berkonsultasi seputar kesehatan melalui aplikasi Halodoc dan juga akan memberikan Anda banyak informasi mengenai dunia kesehatan dan cara hidup sehat.