Beranda Views How To Mengenali dan Mencegah Perilaku Bullying

Mengenali dan Mencegah Perilaku Bullying

197
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Bullying atau perundungan merupakan suatu perbuatan yang dilakukan dengan cara merendahkan derajat seseorang. Perilaku seperti ini biasanya dilakukan oleh sekelompok yang merasa dirinya lebih hebat dan kuat terhadap korban. Perilaku bullying ini bisa membuat seseorang kurang percaya diri. Bullying ini merupakan suatu kekuasaan atau suatu tindakan yang kuat sehingga membuat korban tidak bisa membela dirinya sendiri. Kebanyakan orang melakukan bullying dengan cara memandang fisik seseorang, sehingga terjadilah ketidak seimbangan antara pelaku bullying dengan korban.

Bullying  bukan hanya karena perbedaan yang dimiliki seseorang. Kerap terjadi, seseorang atau sekelompok orang melakukan bullying hanya ingin balas dendam saja karena mereka mengaku pernah jadi korban bullying juga. Bisa jadi mereka hanya ingin melampiaskan rasa stres mereka dengan cara seperti ini.

Banyak faktor penyebab terjadinya bullying. Antara lain: adanya gangguan emosi pelaku, pengaruh lingkungan, keluarga yang kurang harmonis, dan perkembangan  teknologi yang semakin canggih.

Tindakan bullying  merupakan bentuk kekerasan yang merugikan orang lain. Sebab itu, diperlukannya suatu upaya pencegahan terhadap hal ini.

Sedangjan tindakan bullying bentuknya setidaknya ada tiga. Yaitu fisik (memukul,menendang, dan mendorong), verbal (menghina,mengejek, dan mengancam), serta emosional (menyebarkan gossip, menyingkirkan dari kelompok).

Bullying ternyata dijumpai hamper di setiap daerah. Dalam sistem pendidikan, guru sebagai individu yang banyak bersama anak di sekolah perlu memiliki tugas untuk melaporkan kecurigaan yang terjadi suatu kekerasan atau tingkah laku yang kurang baik pada anak.

Bullying ini kemungkinan hanya untuk brcanda gurauan pada setiap anak, namun jangka panjangnya bullying dapat memberikan dampak yang buruk pada korban misalnya seperti trauma bahkan sampai tidak mau lagi bergaul dengan teman-teman disekitarnya, kemudian rendahnya perhatian orang tua kepda anak membuat anak jadi suka mencari perhatian di lingkungan sekitarnya. Orang yang sedang melakukan tindakan bullying biasanya sedang menunjukan kekuasaannya dan kekuatannya demi mendapat perhatian dari orang-orang setempat.

Berdasarkan tindakan di atas, tindakan bullying ada di sekitar kita, mengingat dampaknya yang begitu hebat, maka diperlukan suatu upaya pencegahan terhadap hal ini.

Pencegahan bisa berupa sosialisasi akan kesadaran public akan pencegahan kekerasan, keselamatan pada anak disekolah.kemudian adanya program cara mengasuh anak bagi orang tua. Kita juga harus bisa sadar diri atas tindakan yang kita lakukan terhadap orang lain,jangan mau seenaknya saja ingin memperlakukan seseorang tanpa ada salah ataupun penyebabnya. Dan kita juga tidak boleh berlaku seenaknya seolah-olah tmpat itu milik kita sehingga terjadi perasaan yang timbul ingin sombang kepada orang. Jangan ingin berkuasa dihadapan orang agar kita bisa terlihat orang yang kuat, itu merupakan perbuatan yang harus kita jauhi Karena perilaku seperti itu adalah salah satu prilaku untuk mempermalukan diri kita sendiri. Jika kita sedang matra kepada seseorang kita juga tidak boleh melampiaskannya dengan orang lain, lebih baik kita pendam sendiri daripada orang lain yang jadi sasarannya/jadi korban bullying.

Tidak salah juga jika orang banyak mengatakan bahwa keluarga juga merupakan faktor utama permasalahan yang terjadi pada anak karena keluarga merupakan pendidik pertama dan yang paling utama. Sikap bullying merupakan pengembangan dari sikap anak yang agresif,suka marah,mudah untuk sakit hati dan tersingung. Sehingga, hal tersebut menyebabkan sang anak merasa pelampiasan terhadap tekanannya tersebut, kemudian akibat itu dia bisa melampiaskannya dengan anak yang lemah sehingga dia tidak bisa melakukan balik terhadapnya.

Maka dari itu, kita sebagai kakak yang mempunyai adik dirumah kita harus bisa mendewasakan diri,dan bertingkah laku yang sewajarnya terhadap adik,dan mampu mengajarkannya mana yang harus ditiru dan mana yang tidak harus untuk ditiru. Agar kelak dia besar tidak mempunyai kebiasaan yang jelek suka mengejek atau menghina orang lain. Kita harus mengajarkan hal-hal yang positif kepadanya,dan bisa menegurnya jika dia membuat kesalahan walupun kesalahan yang kecil. Karena jika di biar anak itu pasti akan mengulangi dan melakukan kesalahan yang sama.

Riyanti Widyaningsih, mahasiswa PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaIPW Sebut Penyiram Air Keras Novel Baswedan Adalah Brimob Berpangkat Brigadir
Artikel berikutnyaOrang Tua Perlu Waspada Jika Anaknya Mulai Pandai Main Game Online
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya