Beranda Teras Berita Menggelapkan Mobil Dinas Anggota DPRD, Hendra Diringkus Polisi

Menggelapkan Mobil Dinas Anggota DPRD, Hendra Diringkus Polisi

164
BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Tersangka Hendra diperiksa di Polresta Bandarlampung, Selasa, 22 Juli 2014. (Teraslampung.com/Zaenal Asikin)

BANDARLAMPUNG – Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, meringkus Hendra alias Eeng (32) warga Perum Pusri Sako Kenten Palembang, pelaku pengelapan kendaraan dinas (Randis) milik SW Sundari anggota Komisi B DPRD Kabupaten Lampung Barat dari Partai Demokrat. Tersangka ditangkap di rumahnya, Minggu (20/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, tersangka Hendra ditangkap berdasarkan laporan korban bernama SW Sundari seorang anggota DPRD Lampung Barat warga Kemiling, Bandarlampung, dengan nomor laporan : LP/B/XI/2013/SPK RETABALAM/24112013.

Tersangka Hendra merupakan seorang sopir pribadi korban yang baru satu bulan bekerja di rumah korban. Berdasarkan keterangan korban tersebut, kemudian tim Sat Reskrim Polresta Bandarlampung, melakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap tersangka.

“Tersangka Hendra diketahui keberadaannya dan berhasil ditangkap saat sedang berada di rumahnya di Perum Pusri Sako Kenten, Palembang, Minggu (20/7). Sementara untuk mobil milik korban yang dibawa lari telah dijual tersangka kepada seseorang yang tidak dikenal seharga Rp23 juta. Tersangka kini diamankan di sel tahanan Mapolresta Bandarlampung untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Dery kepada wartawan, Selasa (22/7).

Dari keterangan tersangka, Dery menjelaskan, tersangka Hendra mengakui perbuatannya dan baru sekali melakukan pencurian mobil. Mobil yang sudah dibawa kabur oleh tersangka dijual didaerah Palembang perbatasan Bengkulu.

Sebelum tersangka menggelapkan kendaraan dinas milik Sundari, tersangka meminta ijin kepada majikannya akan meminjam kendaraanya karena ada keperluan keluarga.

“Tersangka berpura-pura meminjam mobil dinas Daihatsu Terios warna hitam nomor polisi BE 2225 MZ yang digunakan korban untuk keperluan dinas, dengan alasan adanya keperluan. Namun, mobil itu justru tidak dikembalikan dibawa lari oleh tersangka dan selanjutnya dijual, tersangka membawa kabur mobil itu setelah mengantarkan majikannya ke bandara,” jelas Dery.

Dery menambahkan, perkara tersebut pihaknya saat ini sedang dilakukan proses penyelidikan dan pengembangan tim Sat Reskrim Polresta Bandarlampung, untuk mengungkap adanya korban atau TKP lain yang dilakukan tersangka. Selanjutnya pihaknya juga sedang melakukan pencarian terhadap keberadaan mobil korban yang telah dijual tersangka kepada orang lain.

“Akibat perbuatannya, tersangka disangkakan pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman pidana selama 4 (empat) tahun penjara,” kata Dery/

Loading...